Paket KTP Palsu dari Kamboja Dicurigai Terkait "Cyber Crime"

Kompas.com - 09/02/2017, 22:23 WIB
KTP palsu yang ditemukan petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta dalam paket FedEx dari Kamboja berisi 36 buah KTP, 32 NPWP, sebuah tabungan BCA isi Rp 500 ribu, dan sebuah kartu ATM pada Jumat (3/2/2017). IstimewaKTP palsu yang ditemukan petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta dalam paket FedEx dari Kamboja berisi 36 buah KTP, 32 NPWP, sebuah tabungan BCA isi Rp 500 ribu, dan sebuah kartu ATM pada Jumat (3/2/2017).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktorat Jenderal Bea Cukai masih melakukan pendalaman terkait pengiriman paket asal Kamboja yang berisi KTP palsu. Namun, Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi sudah memiliki kecurigaan awal terkait paket tersebut.

"Bisa jadi pengiriman ini terkait dengan rencana kejahatan siber, kejahatan perbankan, atau pencucian uang," ujar Heru dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (9/2/2017).

Kecurigaan itu bukan tanpa dasar. Sebab, tutur Heru, selain ada puluhan KTP palsu, ada pula 32 kartu nomor pokok wajib pajak (NPWP), satu buku tabungan, dan satu kartu ATM.

Oleh karena itu, Bea Cukai juga menggandeng Direktorat Jenderal Pajak, Kepolisian, dan Kementerian Dalam Negeri untuk memperdalam motif terkait pengiriman paket asal Kamboja itu. "Untuk memastikannya, perlu waktu untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut,” kata Heru.

Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan pengiriman paket asal Kamboja yang berisi KTP palsu pada Jumat pekan lalu. Menurut Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, penemuan paket itu merupakan hasil pemeriksaan rutin atas barang-barang yang dikirim melalui perusahaan jasa pengiriman.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X