Reksa Dana Saham Syariah Majoris Tawarkan Imbal Hasil Menarik

Kompas.com - 10/02/2017, 16:30 WIB
PT Majoris Asset Management meluncurkan produk reksa dana berbasis saham syariah, di Jakarta, Jumat (10/2/2017). Estu Suryowati/KOMPAS.comPT Majoris Asset Management meluncurkan produk reksa dana berbasis saham syariah, di Jakarta, Jumat (10/2/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Majoris Asset Management (Majoris) meluncurkan produk reksa dana berbasis saham syariah bernama Reksa Dana Majoris Saham Syariah Indonesia (MSSI), pada Jumat (10/2/2017).

RD MSSI ini diluncurkan karena adanya permintaan pasar yang meningkat akan reksa dana syariah.

Head of Investment & Research Majoris, Yekti Dewanti menjelaskan, RD MSSI ini menawarkan jumlah minimum pembelian yang sangat terjangkau yaitu mulai dari Rp 1 juta.

Target dari imbal hasilnya antara 16 persen-18 persen per tahun, namun bisa bergerak sesuai dengan kondisi pasar dan ekonomi.

Dalam pengelolaan instrumen investasi ini, manajer investasi memperoleh imbalan jasa sebesar maksimal tiga persen per tahun.

Sedangkan, bank kustodian memperoleh imbalan jasa sebesar maksimal 0,2 persen per tahun. Sebagai administrator dan bank kustodian dari produk ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Adapun jumlah unit penyertaan (UP) yang ditawarkan bisa sampai dengan Rp 5 miliar. Sementara maksimum pengalihan investasi sebesar 20 persen dari nilai aktiva bersih pada hari bursa pengalihan investasi.

Sasar Investor Jangka Panjang

" Reksa dana ini sesuai untuk investor dengan horizon investasi yang panjang, dapat menerima fluktuasi harga dan tingkat risiko yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan tipe reksa dana lain," kata Yekti.

Selain itu, reksa dana ini juga menyasar nasabah reksa dana saham yang mengaplikasikan prinsip syariah dalam pengelolaannya.

Produk reksa dana syariah sebenarnya sudah lama hadir di Indonesia, yakni sejak 1997 silam. Akan tetapi, permintaan akan produk reksa dana tersebut dinilai belum mengalami pertumbuhan yang signifikan dibanding reksa dana konvensional.

Per Juli 2016, tercatat sudah ada 109 produk reksa dana syariah yang aktif. Akan tetapi, dalam hal pengelolaan aset, produk-produk tersebut hanya merepresentasikan sekira 3 persen dari total Asset Under Management (AUM) alias dana kelolaan di Indonesia.

(Baca: Majoris Luncurkan Reksa Dana Syariah Saham)

Kompas TV Kapan Waktu Yang Tepat Berinvestasi Reksa Dana?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X