KPR Mikro untuk Pekerja Informal Bisa Turunkan Kesenjangan

Kompas.com - 11/02/2017, 13:15 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono saat pembukaan Indonesia Property Expo 2017, di Jakarta, Sabtu (11/2/2017). Estu Suryowati/Kompas.comMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono saat pembukaan Indonesia Property Expo 2017, di Jakarta, Sabtu (11/2/2017).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimoeljono mengatakan, saat ini sebanyak 60 persen pekerja Indonesia bekerja di sektor informal.

Untuk pemenuhan kebutuhan papan, Basuki menuturkan, mereka yang memiliki pendapatan tidak tetap ini belum mendapatkan fasilitas pembiayaan rumah dengan baik.

Oleh karena itu, ia mengapresiasi produk pembiayaan baru PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) yang akan diluncurkan untuk segmen ini. Produk tersebut adalah kredit pemilikan rumah (KPR) mikro dengan bunga 6-7,5 persen.

"Saya berharap kredit mikro untuk informal yang akan diluncurkan 24 Februari di Semarang nanti bisa dinikmati 60 pekerja. Karena 60 persen pekerja kita itu ada di sektor informal yang belum difasilitasi dengan baik," kata Basuki saat sambutan pembukaan Indonesia Property Expo 2017, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (11/2/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Basuki menyampaikan produk seperti KPR Mikro BTN ini penting untuk mendukung upaya pemerintah dalam hal pemerataan pembangunan, serta menurunkan kesenjangan.

Basuki juga berharap, di usianya yang menginjak angka 67, BTN bisa memberikan layanan yang lebih baik kepada seluruh masyarakat ke depannya.

"Saya berharap mudah-mudahan dengan naiknya peringkat Indonesia dalam investment grade, transaksi pada expo kali ini lebih tinggi dari expo Merdeka 2016," imbuhnya.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, saat ini pangsa pasar BTN di bisnis KPR sebesar 33,57 persen. BTN menargetkan pangsa pasar mencapai 35 persen pada akhir 2017 dan 40 persen pada akhir 2019.

Maryono mengatakan, lebih kurang sebanyak 120 pengembang turut terlibat dalam pameran perumahan itu. Jumlah proyek yang ditawarkan mencapai sekitar 700 proyek.

"Sebanyak 30 persen lebih adalah KPR subsidi, dan lainnya adalah KPR non-subsidi," kata Maryono.

(Baca: Kini, Pedagang, Nelayan, dan Petani Bisa Punya Rumah Hanya dengan Rp 7,5 Juta)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X