Garuda Indonesia Optimistis Tumbuh 8,7 Persen Tahun Ini

Kompas.com - 13/02/2017, 14:00 WIB
Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo menjadi pembicara saat acara Kompas 100 CEO Forum di Jakarta Convention Center, Kamis (24/11/2016). Para CEO yang tercatat dalam indeks Kompas 100 berkumpul dan berdiskusi dalam Kompas 100 CEO Forum. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMODirektur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo menjadi pembicara saat acara Kompas 100 CEO Forum di Jakarta Convention Center, Kamis (24/11/2016). Para CEO yang tercatat dalam indeks Kompas 100 berkumpul dan berdiskusi dalam Kompas 100 CEO Forum.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk optimistis dapat tumbuh 8,7 persen pada tahun ini.

Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo menuturkan, selain karena perekonomian yang diperkirakan lebih baik tahun ini, emiten berkode GIAA itu juga akan melakukan ekspansi bisnis baik di domestik maupun pasar internasional.

Arif mengatakan, untuk menguasai ceruk pasar domestik baik di kelas reguler maupun low-cost, Garuda Indonesia akan mendatangkan sembilan unit pesawat.

Arif menambahkan, sembilan pesawat akan didatangkan pada kuartal III dan kuartal IV.

"Sembilan pesawat tersebut yaitu lima pesawat Airbus 320, tiga pesawat ATR, dan satu pesawat Boeing 737 Max," kata Arif di Jakarta, Senin (13/2/2017).

Lima pesawat Airbus 320 tersebut akan menambah kapasitas dari anak usaha PT Citilink Indonesia dalam dominasi pasar domestik. Sehingga diharapkan Citilink pada tahun ini akan tumbuh double digit hingga 20 persen.

Sementara itu, tiga pesawat ATR akan digunakan untuk menambah pesawat pengumpan (feeder) di wilayah timur Indonesia. Garuda Indonesia berharap Maluku dan Papua akan menjadi basis wilayah timur Indonesia ke depan.

"Satu pesawat Boeing 737 Max itu untuk peremajaan armada Garuda Indonesia yang sebelumnya untuk narrow body itu memakai Boeing 737-800 Next Generation. Jadi tahun ini adalah tahun awal kami melakukan regenerasi terhadap peralatan pesawat," kata Arif.

Arif enggan menyebutkan berapa dana yang dikucurkan untuk mendatangkan sembilan pesawat itu. Namun ia hanya mengatakan biaya yang dikeluarkan hanya masuk pos operational expendicture (OPEX) dan bukannya capital expendicture (CAPEX).

"Jadi sembilan pesawat yang operating list itu menjadi basis Garuda Indonesia untuk tumbuh 8,7 persen tahun ini," ucap Arif.

Adapun untuk ekspansi bisnis internasional, Arif mengatakan pihaknya akan memperluas pangsa pasar ke China dan Timur Tengah.

Selain itu, anak usaha PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia juga berencana akan melantai di bursa pada tahun ini. Rencananya dengan pelepasan 20 persen saham GMF ke publik, kapasitas untuk pengembangan non-organik menjadi lebih besar.

Arif menuturkan, kemungkinan bengkel pesawat ini akan melakukan joint venture atau akuisisi bengkel pesawat lain.

Kompas TV Garuda dan Citilink Tambah Jumlah Penerbangan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X