Pemerintah Kaji Fasilitas "Tax Allowance" untuk Industri yang Kembangkan Pendidikan Vokasi

Kompas.com - 17/02/2017, 21:07 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto saat berbincang dengan awak media terkait perkembangan industri nasional di Ruang Kerjanya, Gedung Kemenperin, Jakarta, Kamis (8/2/2017). Pramdia Arhando JuliantoMenteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto saat berbincang dengan awak media terkait perkembangan industri nasional di Ruang Kerjanya, Gedung Kemenperin, Jakarta, Kamis (8/2/2017).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menggelar rapat koordinasi pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasional atau kejuruan di Kantor Koordinator Perekonomian, Jumat (17/2/2017).

Usai rapat, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan menyiapkan insentif kepada industri untuk mendukung dan ikut memfasilitasi pengembangan pendidikan vokasional.

"Salah satu fasilitas yang diusulkan bisa berupa tax allowance dan itu nanti akan dibahas," ujar Airlangga di Kantor Koordinator Perekonomian. Tax allowance adalah salah satu insentif berupa pemotongan pajak yang diberikan pemerintah kepada perusahaan tertentu untuk kepentingan tertentu.

Meski begitu tutur Airlangga, kebijakan itu akan terlebih dahulu dibicarakan dengan Kementerian Keuangan.

Di tempat yang sama, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan, pengembangan pendidikan vokasional bertujuan untuk meningkatkan pemerataan pembangunan ekonomi.

"Sekaligus mengurangi atau menekan ketimpangan sosial melalui pengembangan SDM. Salah satu kunci di situ adalah soal bagaimana input pengembangan SDM, baik melalui pendidikan formal maupun melalui pelatihan kerja," kata Hanif.

Sebenarnya, pemerintah sudah melakukan pengembangan pendidikan vokasional. Hanya saja tutur Hanif, pemerintah akan lebih mengarahkan sehingga sesuai dengan kebutuhan industri.

Oleh karena itu, pengembangkan pendidikan dan pelatihan vokasional juga menggandeng pelaku usaha. Pada tahap awal, ada 260 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang akan disambungkan ke 50 industri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X