PT AJB Targetkan Pertumbuhan Premi 25 Persen pada 2017

Kompas.com - 20/02/2017, 12:45 WIB
Dok PT AJB Peluncuran PT AJB: (Dari kiri) Dirut PT Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB) Wiroyo Karsono, Komisaris PT Bumiputera 1912 KGPA Arya Mangkunegara IX, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, Presiden ke-3 RI BJ Habibie, Anggota Dewan Komisioner OJK Firdaus Djaelani, dan Deputi Komisioner Pengawas IKNB II Dumoly F Pardede memukul gendang bersama menandai peluncuran PT Asuransi Jiwa Bumiputera di Hotel Kempinski, Jakarta, pada Minggu pekan lalu. PT AJB merupakan bagian dari restrukturisasi AJB Bumiputera 1912.

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajemen PT Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB) optimistis kinerja perseroan dapat tumbuh pesat meskipun baru terbentuk. Bahkan, pada 2017, PT AJB menargetkan pertumbuhan premi bisnis baru sebesar 20 – 25 persen  dari perolehan 2016 yang sebesar Rp 1,2 triliun, saat masih di bawah bendera Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJBB).

Optimisme tersebut didasarkan pada besarnya potensi perseroan dan strategi yang akan diterapkan manajemen.

“Prioritas utama kami meningkatkan etos kerja dan kompetensi karyawan. Kami juga memperkuat proses bisnis dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan agen, serta memastikan 25.000 agen Bumiputera tetap produktif,” tutur Direktur Utama PT AJB Wiroyo Karsono dalam keterangan resmi di Jakarta.

PT AJB resmi diluncurkan di Jakarta pada 12 Februari 2017 bertepatan dengan peringatan 105 tahun AJBB. Wiroyo ditunjuk menjadi Direktur Utama didampingi dua direktur yakni, Rully Safari sebagai Direktur SDM dan Umum serta Lina Bong sebagai Direktur Operasi dan Marketing.  PT AJB merupakan bagian dari program restrukturisasi AJBB yang dilakukan pengelola statuter, bentukan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Saya melihat PT AJB punya potensi luar biasa karena memiliki modal 25.000 agen yang produktif, jaringan luas 365 kantor cabang, brand yang kuat untuk pasar menengah di rural area, dan semangat kebangsaan yang kental,” tutur Wiroyo.

Belum lagi dengan 1.000 karyawan yang menyebar hingga ke pelosok Nusantara. Makanya, ia yakin betul, kehadiran PT AJB dapat diperhitungkan sebagai kompetitor oleh banyak perusahaan asuransi asing yang sudah menguasai pangsa pasar di kota-kota besar.

Malah, Wiroyo optimistis, dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan, Bumiputera bisa kembali masuk 10 besar perusahaan asuransi di Indonesia.

Ia menjelaskan, strategi jangka pendek untuk merealisasikan target masuk 10 besar itu adalah dengan meluncurkan produk baru dan cross sell kepada 6,5 juta pemegang polis AJBB.

Adapun strategi jangka panjang adalah melakukan ekspansi agency ke segmen menengah atas, pengembangan channel telemarketing dan bancassurance.

Langkah-langkah itu juga untuk menepis isu negatif yang masih menyelimuti Bumiputera. “Bumiputera bisa kembali diperhitungkan setelah berbagai isu negatif tentang Bumiputera berlalu. Tentunya dengan meningkatkan pelayanan dengan memastikan terpenuhinya standar layanan yang konsisten kepada nasabah. Keyakinan penuh ini diselaraskan dengan tagline PT AJB yakni semangat baru, kekuatan baru,” tutur Wiroyo.

Menurut dia, nantinya seluruh usaha asuransi seperti penjualan polis baru akan dialihkan kepada AJB. Selain itu, 40 persen laba bersih PT AJB akan disetorkan kepada AJBB sebagai salah satu pendapatan yang diproyeksikan untuk menyangga pembayaran klaim pemegang polis AJBB.

Menurut dia, pemberian 40 persen laba bersih PT AJB itu bukan hadiah. Tapi sebagai pembayaran atas penggunaan intangible asset Bumiputera yang dipakai PT AJB, yaitu nama Bumiputera, jaringan, dan SDM serta 25.000 agen berpengalaman.  “Dari 25.000 agen itu, sebanyak 10.000 adalah agen yang aktif produksi tiap bulannya,” tambahnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, pengelola statuter AJBB yang ditunjuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan skema restrukturisasi penguatan perusahaan asuransi tertua di Indonesia tersebut.

Skema besar restrukturisasi AJBB adalah lewat penerbitan promissory note dari PT Evergreen Invesco Tbk (GREN) yang kemudian diserap pengusaha Erick Thohir dan konsorsiumnya. Skema tersebut memastikan hak-hak pemegang polis tetap terjaga dan terlindungi.

Bahkan, pada Maret 2017 mendatang, PT AJB akan mendapat suntikan dana sekitar Rp 2,1 triliun dari konsorsium.

Wiroyo mengungkapkan, pihaknya akan tetap menjaga nilai luhur dan profesionalisme yang dibangun  para pendiri. Pihaknya akan mempertahankan dan mengembangkan hal-hal baik di Bumiputera, termasuk pasar tradisional menengah ke bawah yang amat dikuasai Bumiputera.

“Termasuk memperbaiki dan meningkatkan instrumen bisnis asuransi modern dan masuk ke kota besar,” tambah dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorM Fajar Marta
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X