"Fintech" bagi Koperasi Mulai Dikembangkan

Kompas.com - 20/02/2017, 16:51 WIB
Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM Braman Setyo saat acara peluncuran aplikasi CashCoop atas kerja sama Kemenkop UKM dan PT Finnet Indonesia di Jakarta, Senin (20/2/2017). Pramdia Arhando JuliantoDeputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM Braman Setyo saat acara peluncuran aplikasi CashCoop atas kerja sama Kemenkop UKM dan PT Finnet Indonesia di Jakarta, Senin (20/2/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan PT Finnet Indonesia mendorong koperasi-koperasi yang terdaftar resmi di Kemenkop UKM agar segera menerapkan financial technology (fintech) bagi bisnis atau lini usaha koperasi.

Salah satunya melalui jaringan konektivitas koperasi yang dinamakan aplikasi CashCoop.

Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo mengatakan, latar belakang diwujudkannya aplikasi CashCoop adalah bergulirnya program oleh pemerintah, yaitu Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

Braman menjelaskan, posisi keuangan inklusif Indonesia pada 2014 baru mencapai 36 persen. Dengan adanya SNKI tersebut, tingkat akses keuangan Indonesia pada 2019 diharapkan mencapai 75 persen.

"Koperasi akan mendapatkan bargaining position yang setara dengan perbankan, jika koperasi berhasil menerapkan sumber daya teknologi informasi yang mudah diakses oleh masyarakat. Jaringan koperasi inklusif inilah yang merupakan tindak lanjut atas Perpres tentang SNKI itu," kata Braman di Jakarta, Senin (20/2/2017).

Menurut Braman, dengan adanya aplikasi CashCoop, berarti tantangan koperasi untuk menerapkan fintech telah terjawab.

"Aplikasi ini akan kami berikan ke koperasi secara gratis. Koperasi tidak perlu lagi menanggung join fee atau biaya lainnya," kata Braman.

Braman menegaskan, tantangan koperasi ke depan semakin berat dari lembaga keuangan modal besar dan kuat dari sisi teknologi informasi. Oleh karena itu, kalangan koperasi harus memanfaatkan layanan CashCoop secara maksimal.

Saat ini, baik Kemenkop dan UKM maupun PT Finnet Indonesia secara bersama mengembangkan aplikasi CashCoop agar nantinya semakin banyak transaksi yang dapat dilakukan melalui aplikasi CashCoop.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Finnet Indonesia Niam Dzikri menyebutkan, pihaknya tidak hanya menyiapkan layanan keuangan secara online system tetapi jaringan konektivitas.

"Aplikasi CashCoop ini memiliki fungsi sebagai sistem pembayaran untuk koperasi, pembelian (pulsa, token listrik, dan penjualan online), serta transfer. Ini semua bisa dinikmati koperasi dan anggota koperasi," kata Niam.

Niam menjelaskan, aplikasi CashCoop dapat digunakan para pelaku koperasi dan anggota koperasi untuk keperluan bayar tagihan telepon, air, TV kabel, listrik, kemudian pembelian tiket kereta api, dan pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

Kompas TV Asuransi Mulai Gunakan Fintech
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Beli Emas Antam secara Online dan Offline

Cara Beli Emas Antam secara Online dan Offline

Spend Smart
Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Spend Smart
Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Whats New
Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Whats New
Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Whats New
Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Whats New
Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Whats New
UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

Smartpreneur
KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

Rilis
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

Whats New
Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Whats New
Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Whats New
Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Rilis
Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Whats New
Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.