Gandeng Tokopedia, Unilever Melebarkan Sayap ke Dunia Digital

Kompas.com - 21/02/2017, 07:00 WIB
Pabrik PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkel, Sumatera Utara. Pabrik berkapasitas 206.000 ton oleochemicals per tahun itu diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, hari Kamis (26/11/2015). KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIPabrik PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkel, Sumatera Utara. Pabrik berkapasitas 206.000 ton oleochemicals per tahun itu diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, hari Kamis (26/11/2015).
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Unilever Indonesia mulai melebarkan sayap di dunia digital melalui akun resminya di Tokopedia, yakni Unilever Official Shop.

Akun resmi Unilever ini dikelola oleh aCommerce Indonesia, sebagai pionir penyedia jasa solusi e-commerce end to end di Indonesia. aCommerce Indonesia juga menjadi distributor resmi Unilever.

Hira Triadi, Head of E-Commerce Unilever Indonesia mengatakan, selama 84 tahun, Unilever Indonesia membantu konsumen merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati hidup dengan menghadirkan ragam produk berkualitas.

Seperti Pond’s, Dove, TRESemme, Sunsilk, Clear, Lifebuoy, Lux, Citra, Vaseline, Rexona, Axe, Pepsodent, Close Up, Zwitsal, Rinso, Molto, Sunlight, Superpell, Wypol dan Domestos,” ujar Hira Triadi, Head of E-Commerce Unilever Indonesia.

 “Melalui Tokopedia, kami ingin lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang tidak hanya tampil menarik, tetapi juga merasa lebih baik setiap harinya,” kata Hira melalui keterangan pers.

Berkembangnya Pemasaran

Vice President Tokopedia Melissa Siska Juminto mengatakan bahwa dari tahun ke tahun, layanan e-commerce dan transaksi online akan semakin menjadi bagian hidup dalam keseharian masyarakat Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, masyarakat juga semakin cerdas, tidak lagi sekadar berburu diskon atau harga murah, namun menggunakan platform e-commerce untuk kemudahan hidup mereka.

“Selain untuk keperluan barang sehari-hari, e-commerce khususnya marketplace juga akan berevolusi menjadi kebutuhan pembayaran sehari-hari, memberikan layanan finansial inklusif," jelas Melissa.

Dia memandang di tahun 2017 ini, open marketplace juga akan menjadi rumah baru bagi para merek-merek baik lokal maupun internasional untuk memasarkan produk mereka ke masyarakat Indonesia.

Hal ini dipandang Melissa sangat wajar karena marketplace memiliki trafik kunjungan yang sangat tinggi.

“Pengunjung marketplace memiliki intention to purchase, berbeda dengan pengunjung sosial media, situs berita atau mesin pencarian,” tambahnya.

Melissa juga menginformasikan bahwa hingga 28 Februari 2017, pengguna yang membeli produk Unilever Indonesia minimal Rp 100.000 melalui Tokopedia akan mendapatkan cashback sebesar Rp 20.000 yang bisa digunakan untuk pembelian berikutnya.

Kompas TV Awalnya Serabutan Kini Jadi Pengusaha - Big Bang Show eps E-William



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X