Kasus Newmont Bisa Jadi Acuan untuk Selesaikan Kemelut Freeport

Kompas.com - 21/02/2017, 20:30 WIB
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemelut kasus kontrak karya PT Freeport Indonesia membuat perusahaan induknya, Freeport McMoran Inc dan pemerintah Indonesia sama-sama ingin menempuh jalur arbitrase.

Apakah ada contoh kasus sengketa serupa yang bisa dipecahkan tanpa melalui jalur arbitrase?

Menurut pakar hukum bisnis, ternyata ada contoh yang bisa dijadikan acuan untuk menyelesaikan kemelut Freeport ini.

Sartono, Partner di kantor hukum Hanafiah Ponggawa & Partners (HPRP) mengatakan bahwa kalau melihat dari sengketa yang pernah terjadi, kasus PT Newmont Nusa Tenggara mungkin bisa dijadikan sebagai contoh tersendiri.

Dalam kasus Newmont ini, penyelesaian sengketa terjadi di luar forum pengadilan atau arbitrase.

(Baca: Newmont Minta Perpanjangan Kontrak)

"Kasus Newmont dapat diambil sebagai contoh. Atau kasus Inalum yang diselesaikan secara damai antara para pihak," kata Sartono melalui keterangannya kepada Kompas.com.

Jalur Arbitrase

Seperti diketahui, berdasarkan UU Minerba, PT Freeport Indonesia (PTFI) harus bersedia mengubah status kontraknya di Indonesia dari Kontrak Karya menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

Pemerintah Indonesia juga melarang Freeport untuk mengekspor konsentratnya jika status Freeport Indonesia belum menjadi IUPK.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.