DPR Nilai Industri Keuangan Belum Optimal Dukung Pembangunan

Kompas.com - 21/02/2017, 20:45 WIB
Ilustrasi kelola keuangan. ThinkstockIlustrasi kelola keuangan.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Mekeng menyatakan, peran sektor industri jasa keuangan belum optimal mendukung pembangunan.

Padahal, potensi Indonesia begitu besar, seperti sumber daya alam dan sumber daya manusia berupa jumlah penduduk yang lebih banyak daripada negara lain di Asia Tenggara.

Melchias menjelaskan, produk domestik bruto (PDB) Indonesia lebih besar daripada Thailand, Singapura dan Malaysia. Akan tetapi, pasar modal Indonesia masih kalah besar dibandingkan ketiga negara tersebut.

"Rasio kapitalisasi pasar terhadap GDP kita pada November 2016 hanya sebesar minus 0,4 persen dibanding Malaysia sebesar 1,5 persen Singapura 2,4 persen dan Thailand sebesar 1,1 persen,” kata Mekeng dalam pernyataan resminya, Selasa (21/2/2017).

Ia menjelaskan, industri jasa keuangan masih memiliki potensi yang luar biasa yang dapat dioptimalkan. Caranya dengan memperbesar investasi dalam negeri maupun luar negeri, namun ia memandang hal itu tidak dilakukan lembaga-lembaga di industri keuangan.

Menurut Melchias, seharusnya tugas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat berbagai aturan yang market oriented dan friendly sebagai instrumen pemacu pertumbuhan.

Melihat perbandingan antara kapitalisasi pasar terhadap GDP kita dan jumlah investor yang ada di pasar modal, seharusnya tugas dari OJK bersama Bursa Efek Indonesia membuat aturan yang lebih market oriented dan friendly.

"Peraturan-peraturan itu merupakan instrumen yang diperlukan untuk memacu pertumbuhan," ungkap Melchias.

Dia menegaskan, industri jasa keuangan harus mendorong BUMN untuk go public, mewajibkan perusahaan asing yang mengeksploitasi SDA di Indonesia untuk go public.

Tujuannya agar industri keuangan di tanah air mampu mendukung pembangunan infrastruktur, mempermudah akses permodalan bagi UMKM, dan mengenalkan produk jasa keuangan sebagai alternatif investasi sampai pelosok daerah.

“Pembangunan infrastruktur dan sebagainya tidak hanya bertumpu pada APBN. Pemerintah Pusat dan Daerah dapat bersinergi dengan sektor Industri Jasa Keuangan untuk membangun Bangsa ini sehingga kesejahteraan rakyat adalah menjadi sebuah keniscayaan,” tutur Mekeng.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X