250 Rumah di Perbatasan RI-Malaysia Akan Nikmati Listrik 24 Jam

Kompas.com - 22/02/2017, 15:20 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna menjadikan tenaga listrik sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, PT PLN (Persero) wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) melalukan usaha penguatan sistem kelistrikan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Sebanyak tiga mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas 200 kilo Watt (kW) telah tiba di Desa Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang dikirimkan dari Sei Menggaris.

Saat ini, mesin tersebut belum beroperasi karena sedang dalam persiapan pemasangan instalasi panel dan kabel serta instalasi pipa Bahan Bakar Minyak (BBM). Pihak PLN Rayon Nunukan juga masih menunggu beberapa spare part yang dipesan datang.

Jika semua sudah siap, maka mesin akan segera dirakit dimana prosesnya perakitannya kurang lebih seminggu jika tidak ada hambatan.

Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN, Djoko R Abumanan mengatakan, tantangan terbesar dalam penyelesaian proyek listrik perbatasan ini adalah penempuhan medan yang sangat berat. Tidak tersedianya akses dan infrastruktur yang memadai, membuat pekerjaan mobilisasi orang, mesin dan peralatan membutuhkan tenaga dan biaya yang tidak sedikit.

Adapun rute pengiriman material kelistrikan (genset, trafo, kWh meter, MCB, kabel dan sarana pendukung kelistrikan lainnya) dikirim melalui Sabah dan Serawak, Malaysia.

Pengiriman dilakukan secara bertahap dengan rute Sei Menggaris-Nunukan-Tawau (Sabah, Malaysia) dengan jalur transportasi laut dimana selanjutnya material dari Tawau menuju Serawak hingga Krayan diangkut melalui jalur darat dengan menggunakan truk.

Dari Tawau, tiga mesin yang memiliki berat masing-masing 4,5 ton ini tiba di Krayan dalam waktu yang cukup lama, yakni empat hari.

"Sebelum dilakukan pengiriman material tersebut, PLN juga sudah berkoordinasi dengan Pemda Nunukan untuk membantu komunikasi dengan Konsulat Jenderal Malaysia terkait izin pengiriman material menuju Krayan," tutur Djoko dalam keterangan resminya, Rabu (22/2/2017).

Djoko menambahkan, penambahan mesin pembangkit ini akan meningkatkan pelayanan PLN terhadap pelanggan di Krayan. Sekiranya 250 rumah tangga dapat menikmati listrik dengan adanya tambahan daya dari PLTD tersebut.

Saat ini, daya yang tersedia di Krayan hanya sebesar 200 kW, dengan ditambahnya mesin PLTD berarti menambah kapasitas menjadi 800 kW. Mesin tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di Krayan untuk sementara waktu dan masyarakat sudah dapat menikmati listrik selama 24 jam.

"Dengan menambah jam operasi dari 12 jam menjadi 24 jam mengharuskan kami untuk memastikan segala aspek harus siap. Mulai dari kesiapan pembangkit, jaringan dan sumber daya manusia untuk mendukung pengoperasian listrik selama seharian penuh," pungkas Djoko.

Sebelumnya, penambahan jam operasi hingga 24 jam telah dilakukan dibeberapa titik perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara antara lain Long Bagun, Ujoh Bilang, dan sistem kelistrikan Atap-Sebuku-Tulin Onsoi.

Kompas TV Jokowi Minta Bangun Pasar di Perbatasan
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Whats New
Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Whats New
Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Whats New
RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

Whats New
Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Whats New
Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Whats New
Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Earn Smart
Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Whats New
Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Whats New
Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam 'Leader's Declaration' G20

Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam "Leader's Declaration" G20

Whats New
Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Rilis
Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Whats New
Brand Lokal Makin Dilirik, Ini Kisah UMKM yang Raup Cuan melalui Shopee

Brand Lokal Makin Dilirik, Ini Kisah UMKM yang Raup Cuan melalui Shopee

Smartpreneur
Biaya Balik Nama Motor 2022 serta Syarat dan Cara Mengurusnya

Biaya Balik Nama Motor 2022 serta Syarat dan Cara Mengurusnya

Spend Smart
Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Inflasi Imbas Ketidakpastian Global

Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Inflasi Imbas Ketidakpastian Global

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.