Rudiyanto
Direktur Panin Asset Management

Direktur Panin Asset Management salah satu perusahaan Manajer Investasi pengelola reksa dana terkemuka di Indonesia.
Wakil Ketua I Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia periode 2019 - 2022 dan Wakil Ketua II Asosiasi Manajer Investasi Indonesia Periode 2021 - 2023.
Asesor di Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal Indonesia (LSPPMI) untuk izin WMI dan WAPERD.
Penulis buku Reksa Dana dan Obligasi yang diterbitkan Gramedia Elexmedia.
Tulisan merupakan pendapat pribadi

Investasi Reksa Dana Untuk Tujuan Pendidikan Anak

Kompas.com - 23/02/2017, 09:06 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorBambang Priyo Jatmiko

Sebagai gambaran, besaran biaya pendidikan S-1 di Universitas swasta dan negeri di kota besar di Indonesia memerlukan sekitar Rp 100 juta untuk 8 semester untuk jurusan ekonomi dan akuntansi. Angka ini belum memperhitungkan biaya hidup, kebutuhan buku, dan pengeluaran lainnya berkaitan dengan kegiatan perkuliahan.

Untuk jurusan teknis atau spesialisasi seperti IT, arsitek dan kedokteran, kebutuhan biaya bisa jauh lebih tinggi.

Untuk biaya pendidikan luar negeri tentu lebih mahal. Total biaya hidup selama 4 tahun dan biaya kuliah universitas ternama jurusan manajemen dan ekonomi di Singapura bisa membutuhkan sekitar Rp 1,5 miliar.

Angka di atas ditambah dengan inflasi akan menjadi Tujuan Investasi yang mesti kita capai. Katakanlah anda ingin anak bisa mengenyam pendidikan di universitas tinggi di dalam negeri.

Saat ini usia anak adalah 8 tahun sehingga baru dibutuhkan 10 tahun kemudian. Dengan asumsi inflasi 7 persen per tahun, maka pada akhir tahun ke 10, biaya pendidikan setelah kenaikan inflasi adalah Rp 196,7 juta.

Asumsi Imbal Hasil Reksa Dana

Semakin konservatif reksa dana, semakin kecil risiko tapi begitu juga asumsi imbal hasilnya. Berdasarkan data historis kinerja reksa dana, bisa disimpulkan rata-rata imbal hasil untuk reksa dana adalah

  • Reksa dana pasar uang 5 – 6%
  • Reksa dana pendapatan tetap 7 – 10%
  • Reksa dana campuran 11 – 16%
  • Reksa dana saham 17 – 20%

Angka di atas bukan merupakan suatu jaminan pasti akan tercapai di masa mendatang. Namun setidaknya pernah tercapai di masa lalu. Ada kemungkinan pula mengalami kerugian khususnya reksa dana saham dan campuran seperti pada tahun 2008, 2013 dan 2015.

Besaran asumsi imbal hasil tersebut digunakan untuk mencari besaran nilai investasi yang dibutuhkan. Dengan menggunakan angka asumsi imbal hasil yang paling kecil, untuk bisa mencapai Rp 196.7 juta 10 tahun yang akan datang, besaran investasi yang perlu dilakukan adalah

  • Reksa dana pasar uang Rp 1,269,195 per bulan selama 10 tahun atau total Rp 152.303.400
  • Reksa dana pendapatan tetap Rp 1,143,567 per bulan selama 10 tahun atau total Rp 137.228.040
  • Reksa dana campuran Rp 926,024 per bulan selama 10 tahun atau total Rp 111.122.880
  • Reksa dana saham Rp 671,684 per bulan selama 10 tahun atau total Rp 80.602.080

Semakin tinggi potensi imbal hasil reksa dana, maka semakin sedikit pula jumlah dana yang dibutuhkan. Tapi ketika mengalami gejolak, kemungkinan untuk tidak mencapai target yang diharapkan juga karena adanya risiko juga semakin tinggi.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ajak Dokter Diaspora Kembali ke Indonesia, Erick Thohir Janjikan KEK Kesehatan Canggih

Ajak Dokter Diaspora Kembali ke Indonesia, Erick Thohir Janjikan KEK Kesehatan Canggih

Whats New
Pemerintah Tambah Kuota Pertalite dan Solar, Bagaimana Kualitasnya?

Pemerintah Tambah Kuota Pertalite dan Solar, Bagaimana Kualitasnya?

Whats New
BLK Komunitas Diminta Dorong Minat Masyarakat dalam Berwirausaha

BLK Komunitas Diminta Dorong Minat Masyarakat dalam Berwirausaha

Rilis
Harga Minyak Mentah ICP September 2022 Turun, Jadi 86,07 Dollar AS Per Barrel

Harga Minyak Mentah ICP September 2022 Turun, Jadi 86,07 Dollar AS Per Barrel

Whats New
Hadapi Resesi Global, UMKM Harus Diperkuat

Hadapi Resesi Global, UMKM Harus Diperkuat

Whats New
Kementerian PUPR Ungkap Investor Asing Minat Bangun Perumahan di IKN Nusantara

Kementerian PUPR Ungkap Investor Asing Minat Bangun Perumahan di IKN Nusantara

Whats New
Keppel, MHI, dan DNV Jajaki Implementasi Turbin Gas Berbahan Bakar Amonia di Singapura

Keppel, MHI, dan DNV Jajaki Implementasi Turbin Gas Berbahan Bakar Amonia di Singapura

Whats New
Strategi Lazada Kembangkan Talenta Digital di Indonesia

Strategi Lazada Kembangkan Talenta Digital di Indonesia

Whats New
BPH Migas Ungkap Alasan Tambah Kuota Pertalite dan Solar hingga Akhir Tahun

BPH Migas Ungkap Alasan Tambah Kuota Pertalite dan Solar hingga Akhir Tahun

Whats New
Adira Finance Punya Komisaris Baru, Ini Sosoknya

Adira Finance Punya Komisaris Baru, Ini Sosoknya

Whats New
Aktif Terapkan ESG, PGE Raih Penghargaan Dharma Karya Energi dari Kementerian ESDM

Aktif Terapkan ESG, PGE Raih Penghargaan Dharma Karya Energi dari Kementerian ESDM

Whats New
IHSG Ditutup Menguat, Saham Sektor Energi Melesat 3 Persen

IHSG Ditutup Menguat, Saham Sektor Energi Melesat 3 Persen

Whats New
Genjot Pendanaan 'Startup', MCI Luncurkan Program Xponent

Genjot Pendanaan "Startup", MCI Luncurkan Program Xponent

Whats New
Bahlil: Kalau Kita Tidak Ciptakan Lapangan Kerja, Kampus Bisa Jadi Pabrik Pengangguran

Bahlil: Kalau Kita Tidak Ciptakan Lapangan Kerja, Kampus Bisa Jadi Pabrik Pengangguran

Whats New
Ini Penyebab Elon Musk Malas Bikin Pabrik Kendaraan Listrik di Indonesia

Ini Penyebab Elon Musk Malas Bikin Pabrik Kendaraan Listrik di Indonesia

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.