Kompas.com - 23/02/2017, 22:35 WIB
|
EditorM Fajar Marta

Rosul tak menyebutkan berapa total lahan yang digunakan untuk tanaman cabai. Sebab umumnya, cabai ditanam di lahan-lahan kosong secara terpisah. Lahan nganggur milik desa dengan kesepakatan juga dimanfaatkan untuk menyokong perekonomian pada masa peremajaan.

"Kurang lebih saat ini ada tujuh blok yang tanam cabai. Satu blok luasnya sekitar 2,5 hektare," ucap Rosul. Produktivitas cabai yang ditanam juga cukup lumayan banyak. Setiap hari KUD Subur Makmur bisa menyerap hingga satu ton cabai hasil dari tujuh blok tersebut.

Cabai-cabai itu lantas dijual ke para pedagang di Bulian, Palimo, dan Jambi. "Mereka yang datang ke KUD untuk mengambil cabai. Karena kita kan enggak bisa simpan lama-lama, takut busuk," ucap Rosul.

Jenis cabai yang ditanam beragam. Namun yang paling banyak adalah jenis cabai rawit merah dan cabai keriting. Adapun bibit dan obat-obatannya berasal dari daerah lain yakni Yogyakarta.

Karena dari petani langsung, harga cabai yang dijual KUD Subur Makmur cukup murah, hanya Rp 65.000 per kilogram. Namun karena dikerjakan secara mandiri oleh petani, mulai dari pra hingga pasca panen, maka keuntungan pun dirasakan masih lumayan.

"Ada tambahan pendapatan 30 persen," kata Rosul tanpa menyebutkan nominalnya. Sebagai hitung-hitungan kasar, apabila mempekerjakan buruh tani, maka biaya pengolahan tanaman cabai bisa menelan dana Rp 68.000 per hari.

Itu dengan asumsi jam kerja buruh antara pukul tujuh pagi hingga dua siang. Tetapi karena dikerjakan sendiri sembari menunggu sawit, maka biaya pengolahan cabai pun tidak setinggi apabila mempekerjakan buruh.

Tahun ini, Rosul berharap ada tambahan petani yang mau ikut menanam cabai sebanyak 50 orang atau sekitar dua kelompok tani. Selain itu, ia juga tengah menjajaki rencana pengembangan tanaman buah naga, tetapi masih mempertimbangkan pasar yang akan menyerap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.