Industri Pengolahan Minyak Sawit Diminta Hasilkan Produk yang Inovatif

Kompas.com - 23/02/2017, 22:48 WIB
Menperin Airlangga Hartarto saat menghadiri acara Semen Indonesia Award On Innovation 2015-2016 di Gedung Utama Semen Indonesia, Gresik, Jawa Timur, Senin (9/1/2017). Pramdia Arhando Julianto/Kompas.comMenperin Airlangga Hartarto saat menghadiri acara Semen Indonesia Award On Innovation 2015-2016 di Gedung Utama Semen Indonesia, Gresik, Jawa Timur, Senin (9/1/2017).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri pengolahan minyak sawit di dalam negeri diminta untuk menghasilkan produk hilir yang bernilai tambah tinggi sesuai kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Untuk itu, diperlukan peningkatan kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi manufaktur terbaru agar produk yang dihasilkan lebih berdaya saing. Hal itu diungkapkan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto saat melakukan kunjungan kerja di Kawasan Industri Medan, Sumatera Utara.

“Pertumbuhan industri hilir yang tangguh dan berkelanjutan itu karena ditopang oleh inovasi teknologi atau rekayasa produk baru, baik yang mengandalkan kemampuan riset mandiri maupun kolaborasi dengan lembaga riset internasional,” kata Menperin Airlangga Hartarto melalui keterangan resmi, Kamis (23/2/2017).

Salah satunya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya memfasilitasi pembangunan industri pengolahan limbah spent bleaching earth (SBE) agar segera beroperasi komersial sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku.

Pasalnya, limbah dari pabrik minyak goreng tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif untuk urugan jalan raya dan beton pemukiman. “Kami sangat mendukung terobosan ini karena sejalan dengan visi kabinet kerja dalam mendorong pembangunan infrastruktur,” tegasnya.

Airlangga juga menyampaikan, pihaknya sedang memacu kinerja industri pengolahan minyak sawit dalam negeri serta mengintensifkan kampanye positif terhadap produk CPO Indonesia agar diterima pasar ekspor terutama Amerika Serikat dan Eropa.

“Kami sebagai salah satu Anggota Komite Dewan Pengarah BPDP Kelapa Sawit, juga telah mengusulkan penurunan tarif, yang nantinya akan dibahas bersama kementerian terkait lainnya,” ujar Airlangga.

Selain itu, Pemerintah tengah berkoordinasi dengan produsen dan industri pengemasan agar dapat menghasilkan produk minyak goreng yang harganya dapat terjangkau bagi masyarakat khususnya kalangan menengah ke bawah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X