Ini Kata Dirut Bulog soal Anjloknya Harga Gabah

Kompas.com - 24/02/2017, 22:18 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti saat acara silaturahmi dengan media di Gedung Bulog Jakarta, Selasa (31/1/2017). Pramdia Arhando Julianto/Kompas.comDirektur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti saat acara silaturahmi dengan media di Gedung Bulog Jakarta, Selasa (31/1/2017).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Anjloknya harga gabah dalam beberapa hari terakhir lebih disebabkan oleh menurunnya kualitas gabah petani.

Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Djarot Kusumayakti mengatakan, saat ini terjadi penurunan kualitas gabah.

"Saya ingin menegaskan bahwa Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 3.700 per kilogram itu ada syaratnya, syarat kualitas, yaitu kadar air maksimal 25 persen, kemudian kotoran 10 persen," ujar Djarot saat berbincang dengan Kompas.com, Jumat (24/2/2017).

Djarot menjelaskan, penurunan kualitas tersebut disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak bersahabat saat musim panen.

"Kalau panen dalam cuaca hujan begini, kadar airnya suka tinggi bahkan sampai 30 hingga 35 persen, sehingga tentu tidak bisa disamakan dengan harga HPP," ungkapnya.

Menurutnya, dengan kualitas yang lebih rendah, harga gabah tentu akan turun di bawah HPP. "Kalau kadar air di bawah 25 persen di harga Rp 3.700, sedangkan harga gabah dengan kadar air 35 persen sudah pasti lebih murah," paparnya.

Dengan tingginya kadar air dalam gabah maka diperlukan proses pengeringan dengan biaya yang tidak sedikit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pertama kandungan air yang lebih banyak, kedua ongkos mengeluarkan air kan tidak murah, artinya itu harganya pasti di bawah Rp 3.700," ucap Djarot.

 



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjualan Listrik Tembus Rp 140,5 Triliun, Laba Bersih PLN Meroket Jadi Rp 6,6 Triliun

Penjualan Listrik Tembus Rp 140,5 Triliun, Laba Bersih PLN Meroket Jadi Rp 6,6 Triliun

Whats New
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Wakaf Bisa Berbentuk Saham hingga Deposito

Wapres Ma'ruf Amin Ingin Wakaf Bisa Berbentuk Saham hingga Deposito

Whats New
Wapres Ma'ruf Amin Heran RI Kebanjiran Makanan Halal Impor

Wapres Ma'ruf Amin Heran RI Kebanjiran Makanan Halal Impor

Whats New
Penumpang Kereta di Sumatera Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin

Penumpang Kereta di Sumatera Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin

Whats New
Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

Whats New
Semester I 2021, Astra Graphia Bukukan Pendapatan Bersih Rp 1,25 Triliun

Semester I 2021, Astra Graphia Bukukan Pendapatan Bersih Rp 1,25 Triliun

Rilis
SIDO Mau Bagikan Saham Bonus, Ini Cara Mendapatkannya

SIDO Mau Bagikan Saham Bonus, Ini Cara Mendapatkannya

Earn Smart
Pendaftaran Program Magister Terapan STIP Jakarta Ditutup, Ada 2.710 Peminat

Pendaftaran Program Magister Terapan STIP Jakarta Ditutup, Ada 2.710 Peminat

Rilis
Passing Grade CPNS 2021 Diumumkan Besok

Passing Grade CPNS 2021 Diumumkan Besok

Work Smart
[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Menata Ulang Kerja Hybrid | 'Harga Teman', Komponen Harga yang Masih Misteri

[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Menata Ulang Kerja Hybrid | "Harga Teman", Komponen Harga yang Masih Misteri

Rilis
Sektor Ketenagalistrikan Indonesia Sumbang 14 Persen Emisi, PLN: Terendah di ASEAN

Sektor Ketenagalistrikan Indonesia Sumbang 14 Persen Emisi, PLN: Terendah di ASEAN

Whats New
Tak Sampai Setahun, Bankir Jerry Ng Jadi Orang Terkaya Nomor 5 di Indonesia

Tak Sampai Setahun, Bankir Jerry Ng Jadi Orang Terkaya Nomor 5 di Indonesia

Whats New
Mengenal Perbedaan Gejala yang Ditimbulkan Varian Delta dan Delta Plus

Mengenal Perbedaan Gejala yang Ditimbulkan Varian Delta dan Delta Plus

Whats New
BTN Targetkan NPL Turun ke 3,9 Persen di Akhir Tahun

BTN Targetkan NPL Turun ke 3,9 Persen di Akhir Tahun

Whats New
IPO Bukalapak Dongkrak Kapitalisasi Pasar BEI hingga RP 87,6 Triliun

IPO Bukalapak Dongkrak Kapitalisasi Pasar BEI hingga RP 87,6 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X