Dalam Seleksi Dewan Komisioner OJK, Anggota DPR Pun Terpental...

Kompas.com - 26/02/2017, 11:30 WIB
Konferensi pers panitia seleksi pemilihan anggota dewan komisioner OJK di Kementerian Keuangan, Senin (16/1/2017). Sakina Rakhma Diah Setiawan/KOMPAS.comKonferensi pers panitia seleksi pemilihan anggota dewan komisioner OJK di Kementerian Keuangan, Senin (16/1/2017).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Seleksi tahap kedua calon Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Periode 2017-2022 telah rampung. Hasilnya, dari 107 nama yang yang lolos tahap pertama, hanya 35 nama saja dinyatakan lolos tahap kedua.

Bila dicermati, hasil seleksi tahap kedua yang dirilis pada Sabtu (25/2/2017), terbilang minim "bintang".

Sejumlah nama-nama besar justru bertumbangan. Sebut saja Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad.

Tidak cuma nama-nama besar, dua perwakilan dari DPR juga ikut terpental. Mereka adalah Ketua Komisi XI Melchias Markus Mekeng dan Anggota Komisi XI Andreas Eddy Susety.

Praktis, hanya Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Nurhaida dan Anggota Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto nama-nama petahana yang tersisa.

Meski begitu sejumlah nama yang sudah dikenal publik juga masih terpampang pada hasil seleksi tahap kedua ini.

Sebelumnya, Ketua Panitia Seleksi Calon DK OJK sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penilaian tahap kedua meliputi tiga hal yakni masukan masyarakat, rekam jejak, dan makalah peserta.

Pada tahap kedua itu, panita juga menggandeng KPK dan PPATK dalam menelusuri rekam jejak 107 nama peserta yang lolos seleksi tahap pertama lalu.

Tak cuma itu, masyarakat juga dilibatkan untuk memberikan informasi langung kepada panitia seleksi melalui email.

Setelah ini, tahapan seleksi akan masuk ke tahap ketiga yakni assesment center dan tes kesehatan. Seleksi tahap ketiga akan dimulai pada 27 Februari dan 1 Maret 2017.

Hasilnya akan diumumkan pada 6 Maret 2017. Berikut 35 nama calon Anggota DK OJK yang masuk ke tahap ketiga:

1. Adi Budiarso

2. Agusman

3. Agus Santoso

4. Ahmad Hidayat

5. Ahmad Junaedy Ganie

6. Arif Baharudin

7. Dewi Hanggraeni

8. Darminto

9. Dwityapoetra Seoyasa Besar

10. Dyah Nastiti K Makhijani

11. Edy Setiadi

12. Etty Retno Wulandari

13. Heru Kristiyana

14. Freddy R Saragih

15. Haryono Umar

16. Firmansyah

17. Hoesen

18. Lucky Fathul Aziz Hadibrata

19. Maliki Heru Santosa

20. Marsuki

21. Mas Achmad Daniri

22. Mohammad Fauzi Maulana Ichsan

23. Mulya Effendi

24. Nurhaida

25. Rahmat Waluyanto

26. Riswinandi

27. Samsul Hidayat

28. Sigit Pramono

29. Suheri

30. Susandarini

31. Tirta Segara

32. Widyo Gunadu

33. Wimboh Santoso

34. Yohanes Santoso Wibowo

35. Zulkifli Zaini

Kompas TV Panitia Seleksi Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan akhirnya membuka calon kandidat petinggi OJK. Hingga penutupan pendapaftaran pada 2 Februari lalu, tercatat 882 orang telah mendaftar. Dari jumlah tersebut, calon yang lolos ke tahap kedua mencapai 107 orang. Kursi petinggi OJK memang sangat menggiurkan. Tidak hanya pelaku jasa keuangan yang mendaftar, tapi para akademisi hingga politisi juga turut mendaftar. Yang menarik, separuh pendaftar justru merupakan kaum muda. Kalangan profesional lembaga keuangan memang mendominasi kandidat dengan jumlah hingga 40 orang. Namun, dua kandidat dari yang merupakan politisi di dewan perwakilan juga turut lolos. Selain ketua Komisi XI DPR, dari Partai Golkar Melchias Markus Mekeng, politisi PDI-P, Andreas Eddy Susetyo juga turut meramaikan bursa calon dewan komisioner OJK. Namun, menjadi komisioner OJK tidaklah mudah. Pasalnya, lembaga ini mengawasi lembaga dengan aset hingga ribuan triliun rupiah. Lembaga ini meliputi bank, asuransi, dana pensiun, hingga para emiten di Bursa Efek Indonesia. Untuk itu, masyarakat juga diajak memberi masukan. Menjadi komisioner OJK memang tidak bisa bermodalkan niat semata. Integritas yang tinggi juga mutlak dimiliki para kandidat.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.