Tips supaya Ahli Waris Tidak Kerepotan Saat Ditinggal Mangkat

Kompas.com - 26/02/2017, 12:00 WIB
Sebagai pemilik tanah sah, dalam transaksi tanah warisan itu tidak lagi diperlukan dokumen-dokumen pewarisan, misalnya Surat Keterangan Kematian dari pewaris atau Surat Keterangan Ahli Waris. www.shutterstock.comSebagai pemilik tanah sah, dalam transaksi tanah warisan itu tidak lagi diperlukan dokumen-dokumen pewarisan, misalnya Surat Keterangan Kematian dari pewaris atau Surat Keterangan Ahli Waris.
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Usia manusia tidak ada yang tahu. Seseorang bisa meninggal dunia kapan saja. Maka itu, perlu persiapan yang memadai baik dari sisi lahir maupun batin.

Dari sisi lahir, pernahkah Anda membayangkan apa yang akan terjadi pada aset atau harga yang sudah Anda kumpulkan selama ini, bila mendadak Anda meninggal dunia? Atau, bagaimana dengan utang-utang Anda saat ini?

Harta benda memang tidak kita bawa ke alam baka. Tapi, akan lebih baik juga bila Anda melakukan persiapan supaya harta atau Anda tetap bermanfaat ketika ditinggal empunya.

Banyak kasus terjadi di mana para ahli waris kerepotan mengurus harta warisan. Ada yang karena aset si pewaris tertahan di lembaga keuangan, ada juga yang ahli warisnya pusing tujuh keliling gara-gara diburu pemburu utang.

Sayang sekali bukan bila aset yang Anda wariskan malah tidak bermanfaat optimal. Atau sebaliknya, masalah finansial yang Anda tinggalkan membuat ahli waris Anda kelimpungan.

Nah, supaya ahli waris Anda kelak tidak kerepotan apabila mendadak Anda meninggal dunia, lebih baik melakukan antisipasi.

1.    Daftar aset dan utang

Sisihkan waktu untuk mendaftar semua aset dan utang yang Anda miliki. Bukan sekadar mendaftar, akan lebih baik bila Anda juga memeriksa dokumentasinya.

Misalkan, untuk aset berupa produk keuangan seperti deposito, reksadana, saham, obligasi, apakah sudah tertera jelas siapa nama ahli waris yang ditunjuk? Bila ada aset dalam bentuk property, pastikan juga nama di sertifikat sudah diubah sesuai kebutuhan.

Ahli waris yang bisa dicantumkan adalah pasangan atau anak,  bila status sudah menikah. Bila masih lajang, orangtua atau saudara bisa menjadi ahli waris.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X