Kompas.com - 27/02/2017, 18:10 WIB
|
EditorM Fajar Marta

Abd Allah H Al-Turayqi dan Hafidz Wahbah pada 1959 pun menjadi dua orang pertama asli Arab Saudi yang menjadi bagian dari board of directors Aramco. Pada tahun ini pula, Aramco untuk kali pertama mengirimkan pekerja lokal untuk belajar di perguruan tinggi di AS.

Perkembangan bisnis produsen minyak raksasa negara-negara Teluk sangat fantastis. Pada 1960 pun sebuah kartel minyak bernama OPEC didirikan. Pendirinya antara lain Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi dan Venezuela.

Di tahun-tahun berikutnya, produksi Aramco makin melejit. Pada 1961 Aramco bahkan sudah mulai mengekspor liquid petroleum gas (LPG). Dan pada 1962, produksi minyak mentahnya tembus 5 juta bph.

Nasionalisasi Aramco

Pemerintah Arab Saudi secara perlahan melakukan nasionalisasi atas Aramco. Dimulai pada 1973, dengan mengambil hak partisipasi (participating interest) sebesar 25 persen. Pemerintah Arab Saudi meningkatkan kepemilikan pada tahun berikutnya menjadi 60 persen.

Produksi Aramco terus meningkat, hingga pada 1976 menyentuh 3 miliar barel dalam setahun. Hari bersejarah itu tiba, ketika pemerintah Arab Saudi memutuskan nasionalisasi penuh 100 persen atas hak konsesi, produksi, dan fasilitas Aramco, pada 1980.

Pada 1988, tepatnya bulan November disepakatilah pembentukan BUMN baru bernama Saudi Aramco, kepanjangan dari Saudi Arabian Oil Company.

Di era 2000-an ke atas, saat booming komoditas produksi Saudi Aramco mencapai 12 juta bph. Pencapaian ini menempatkan Arab Saudi sebagai penguasa 15 persen dari total permintaan minyak global.

Saudi Aramco pun terus melakukan ekspansi bisnis. Tak hanya di fosil, mereka juga mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (solar power). Bisnis memang tak memandang ras, suku, dan agama. Ekspansi Saudi Aramco merambah sampai ke China.

Bersama Sinopec, China, mereka membuat join venture bernama Yanbu Aramco Sinopec Refining Company (Yasref), pada 2012. Perusahaan patungan ini membangun sebuah proyek kilang berkapasitas 400.000 bph di Yanbu, di sekitar Laut Merah.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Strategi Melati Eks JKT 48 Kembangkan Bisnis Nasi Bakar Kuali Kuning

Strategi Melati Eks JKT 48 Kembangkan Bisnis Nasi Bakar Kuali Kuning

Smartpreneur
Upah PMI Sektor Domestik di Taiwan Naik Jadi Rp 9,9 Juta

Upah PMI Sektor Domestik di Taiwan Naik Jadi Rp 9,9 Juta

Whats New
Pemerintah Kantongi Rp 10,6 Triliun dari Lelang Sukuk Negara

Pemerintah Kantongi Rp 10,6 Triliun dari Lelang Sukuk Negara

Whats New
Daftar Limit Transfer BCA Lengkap

Daftar Limit Transfer BCA Lengkap

Spend Smart
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.870,5 per Dollar AS

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.870,5 per Dollar AS

Whats New
Dirut PLN Ungkap Adanya Potensi Krisis Pasokan Batu Bara

Dirut PLN Ungkap Adanya Potensi Krisis Pasokan Batu Bara

Whats New
BKN Sebut ASN RI Lebih dari 4,3 Juta, Tapi Jumlah Perempuan Jadi Pimpinan Masih Minim

BKN Sebut ASN RI Lebih dari 4,3 Juta, Tapi Jumlah Perempuan Jadi Pimpinan Masih Minim

Whats New
Turun 9,55 Persen, Laba Bersih Lippo Cikarang Rp 222,5 Miliar di Semester I-2022

Turun 9,55 Persen, Laba Bersih Lippo Cikarang Rp 222,5 Miliar di Semester I-2022

Rilis
Reli Berakhir, IHSG Ditutup di Zona Merah Hari Ini

Reli Berakhir, IHSG Ditutup di Zona Merah Hari Ini

Whats New
Bos Indofood Bantah Kabar soal Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Bos Indofood Bantah Kabar soal Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Whats New
OJK: Sampai Saat Ini Belum Ada Rencana untuk Normalisasi Jam Perdagangan Bursa

OJK: Sampai Saat Ini Belum Ada Rencana untuk Normalisasi Jam Perdagangan Bursa

Whats New
Mengenal Tugas CEO dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan

Mengenal Tugas CEO dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan

Whats New
Beda Pendapat dengan Mentan, Mendag Sebut Harga Mi Instan Tidak Akan Naik 3 Kali Lipat

Beda Pendapat dengan Mentan, Mendag Sebut Harga Mi Instan Tidak Akan Naik 3 Kali Lipat

Whats New
Inflasi Pangan Tembus 10 Persen, Gubernur BI: Harusnya Tidak Boleh Lebih dari 5-6 Persen

Inflasi Pangan Tembus 10 Persen, Gubernur BI: Harusnya Tidak Boleh Lebih dari 5-6 Persen

Whats New
Atasi Sampah Organik, Bank DBS Indonesia dan Kebun Kumara Hadirkan Layanan Kompos Kolektif

Atasi Sampah Organik, Bank DBS Indonesia dan Kebun Kumara Hadirkan Layanan Kompos Kolektif

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.