Lapangan Cikarang Tegal Pacing Pertamina EP Mulai Alirkan Gas

Kompas.com - 01/03/2017, 19:30 WIB
Logo pertamina di SPBU Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2017). PT Pertamina (Persero) langsung menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 5 Januari 2017. Revisi harga berlaku untuk jenis BBM non-subsidi dengan angka kenaikan sebesar Rp 300. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGLogo pertamina di SPBU Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2017). PT Pertamina (Persero) langsung menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 5 Januari 2017. Revisi harga berlaku untuk jenis BBM non-subsidi dengan angka kenaikan sebesar Rp 300.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com – Cikarang Tegal Pacing Development Project (CTDP) yang dioperatori oleh PT Pertamina EP mulai mengalirkan gas ke fasilitas produksi utama atau block station Pondok Makmur Bekasi terhitung sejak 26 Februari 2017.

"Lapangan Cikarang Tegal Pacing sudah mulai mengalirkan gas sebesar 6,4 Juta Kaki Kubik Gas Per Hari (MMSCFD), akan dinaikkan sampai 14 MMSCFD, sesuai dengan target waktu yang ditetapkan oleh SKK Migas," ujar PTH Presiden Direktur Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf dalam keterangannya, Rabu (1/3/2017).

Gas dari CTDP ini dikumpulkan di Block Station Pondok Makmur Bekasi, yang memiliki kapasitas produksi mencapai 42 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD) dan sekitar 4.000 barel likuid per hari, yang kemudian dipasok untuk memenuhi kebutuhan pembeli domestik.

"Gas dari Block Station Pondok Makmur disalurkan ke beberapa perusahaan, di antaranya adalah PT PJB Muara Tawar sebanyak 20 MMSCFD untuk kebutuhan listrik dan PT Pertamina Gas (Pertagas) 3,5 MMSCFD, untuk dijadikan elpiji," kata Nanang.

Selain itu, produksi gas dari Pondok Makmur juga dikerjasamakan dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bekasi. Sementara kondensat yang diproduksi Lapangan Pondok Makmur digunakan untuk kebutuhan Pertamina.

Development Director Pertamina EP, Herutama Trikoranto mengatakan, project CTDP merupakan salah satu dari tiga project Pertamina EP yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2017. Dua proyek lainnya yakni Paku Gajah Development Project (Sumatera Selatan) & Proyek Pembangunan Central Processing Plant (CPP) Matindok (Sulawesi Tengah).

"Dengan mulai dialirkannya Gas dari CTDP, maka diharapkan dapat membantu kebutuhan Indonesia akan gas. Selain itu saya juga mengapresiasi komitmen dan kesungguhan dari teman–teman Pertamina EP dalam memenuhi target yang ditetapkan oleh SKKMigas," ujar Herutama.

Pengembangan lapangan Cikarang-Tegal Pacing ini mampu mengalirkan gas mencapai 14 MMSCFD, dengan masa produksi selama tujuh tahun, sedangkan total cadangan diperkirakan bertahan hingga masa kontrak Pertamina EP sebagai KKKS berakhir pada 2035.

"Target produksi sebesar 14 MMSCFD tersebut diproyeksikan didapatkan dari 6 sumur. Dan Alhamdulillah saat ini, dari 2 sumur yang sudah mengalir yaitu Sumur TGP-03 dan Sumur TGP-05, total produksi mencapai 6.4 MMSCFD," tutur General Manager CTDP, Indra Priyatna.

Ditargetkan, empat sumur sisanya yaitu, Sumur TGP-01, Sumur TGP-02, Sumur TGP-04 dan Sumur CKR-01 akan mulai beroperasi di Maret "Dengan seluruh sumur yang diproyeksikan selesai Maret, maka proyek Cikarang Tegal Pacing akan mengalir dengan kapasitas penuh 14 MMSCFD," tambah Indra.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.