Menhub Sambut Baik Kerja Sama Bidang Perhubungan Indonesia dan Arab Saudi

Kompas.com - 02/03/2017, 20:58 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di sela kegiatan di Semarang, Rabu (22/2/2017) Kontributor Semarang Nazar NurdinMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di sela kegiatan di Semarang, Rabu (22/2/2017)
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut baik kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi. Dari 11 bidang, Kementerian Perhubungan menyepakati kerja sama antara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dengan otoritas penerbangan sipil Kerajaan Arab Saudi.

"Tadinya itu kan (penerbangan) limited, kesana maupun kesini limited. Kita sepakati, baik kesana maupun kesini sekarang unlimited," terang Menhub Budi melalui keterangan resmi, di Jakarta, Kamis (2/3/2017).

Kerja sama bidang otoritas penerbangan ini diteken Menhub Budi Karya Sumadi dengan pihak kementerian perhubungan Arab Saudi di Istana Bogor, Rabu (1/3) kemarin. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Raja Salman Bin Abdul Azis Al Saud.

Menhub menyampaikan, dengan adanya kerja sama itu, ke depan penerbangan berjadwal Indonesia ke Arab Saudi dan sebaliknya akan meningkat. Terutama warga sipil yang hendak bepergian ke Jeddah dan Madinah untuk umroh ataupun berlibur.

Kemudahan penerbangan ke Arab Saudi ini, lanjut Menhub, sangat penting karena tingginya animo masyarakat Indonesia bepergian ke Arab Saudi setiap tahunnya.

"(Memang) perlu ada tambahan kota tujuan, karena kuota kita banyak sekali sehingga butuh ruang strategis untuk kita tambahkan. Bandara yang sudah ada itu kita unlimited," tambahnya Menhub menejelaskan, ada tambahan kota tujuan penerbangan lagi yang diberikan dalam kerja sama tersebut yaitu Solo, Balikpapan dan Ujungpandang, disamping yang sudah diberikan saat ini Jakarta, Surabaya dan Medan untuk penerbangan regular.

Pihaknya akan menyusun perencanaan dalam waktu dekat. Yakni dengan melihat berbagai peluang bisnis, termasuk mengenai dikembalikannya kuota haji dan kapasitas umroh oleh Kerajaan Arab Saudi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bisnis plan yang disusun sekaligus memperbaiki rencana kerja ke depan. Diharapkan dalam dua sampai tiga bulan ke depan rencana tersebut dapat segera dieksekusi. "Saya pikir 2-3 bulan ke depan (penyusunan) karena menangkap peluang bisnisnya dulu, dihitung," tutur Menhub.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam menyatakan kuota haji seluruh negara mulai tahun ini kembali normal setelah mengalami pemotongan 20 persen dalam 4 tahun terakhir.

Khusus Indonesia, selain dikembalikan normal menjadi 211 ribu juga ada penambahan sebesar 10 persen. Sehingga total jamaah haji tahun ini berjumlah 221 ribu jamaah yang bisa berangkat ke Tanah Suci.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sedang Cari Lowongan Pekerjaan? Segera Kunjungi Digital Career Expo 2021

Sedang Cari Lowongan Pekerjaan? Segera Kunjungi Digital Career Expo 2021

Rilis
Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021 Direvisi Lagi, Apa Saja Yang Diganti ?

Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021 Direvisi Lagi, Apa Saja Yang Diganti ?

Whats New
Pertamina Group Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

Pertamina Group Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Kemnaker Gagalkan Pengiriman 11 Pekerja Migran Ilegal

Kemnaker Gagalkan Pengiriman 11 Pekerja Migran Ilegal

Rilis
Menaker Sebut Upah Buruh Turun 5,2 Persen Selama Pandemi Covid-19

Menaker Sebut Upah Buruh Turun 5,2 Persen Selama Pandemi Covid-19

Whats New
Bangun PLTA di Sumbar, PLN Dapat Dana Hiba Rp 20,55 dari Perancis

Bangun PLTA di Sumbar, PLN Dapat Dana Hiba Rp 20,55 dari Perancis

Whats New
Lelang Aset Asabri dan Jiwasraya, DJKN: Target Dapat Hasil Setinggi-tingginya

Lelang Aset Asabri dan Jiwasraya, DJKN: Target Dapat Hasil Setinggi-tingginya

Whats New
Kemenhub Mediasi Penyelesaian Santunan Pelaut RI yang Meninggal di Singapura

Kemenhub Mediasi Penyelesaian Santunan Pelaut RI yang Meninggal di Singapura

Whats New
Kapan Moge dan Brompton Selundupan Mantan Dirut Garuda Dilelang? Ini Kata DJKN

Kapan Moge dan Brompton Selundupan Mantan Dirut Garuda Dilelang? Ini Kata DJKN

Whats New
[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Perawatan Spooring dan Balancing | Masyarakat Jepang Ogah Gunakan Kendaraan Pribadi

[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Perawatan Spooring dan Balancing | Masyarakat Jepang Ogah Gunakan Kendaraan Pribadi

Rilis
IHSG Anjlok 1 Persen di Akhir Pekan, Rupiah Ikut Melemah

IHSG Anjlok 1 Persen di Akhir Pekan, Rupiah Ikut Melemah

Whats New
Saham Unilever Indonesia Anjlok 30,95 Persen sejak Awal Tahun, Ini Pemicunya

Saham Unilever Indonesia Anjlok 30,95 Persen sejak Awal Tahun, Ini Pemicunya

Whats New
Banyak Penipuan Lelang, Ini Ciri-cirinya

Banyak Penipuan Lelang, Ini Ciri-cirinya

Whats New
Mau Jadi Pemenang Lelang di Lelang.go.id? Ini Tips Kemenkeu

Mau Jadi Pemenang Lelang di Lelang.go.id? Ini Tips Kemenkeu

Spend Smart
Minat Work From Bali? Ini 4 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Minat Work From Bali? Ini 4 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X