Dorong Perekonomian, Kabupaten Nunukan Akan Bangun Kawasan Berikat

Kompas.com - 03/03/2017, 10:37 WIB
Suasana bongkar muatan perahu di Dermaga Lalo Salo, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (21/12/2016). Sekitar 70 persen kebutuhan warga Sebatik didatangkan dari Tawau, Malaysia. Barang-barang ini masuk secara ilegal, dan kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun. KOMPAS/LUKAS ADI PRASETYASuasana bongkar muatan perahu di Dermaga Lalo Salo, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (21/12/2016). Sekitar 70 persen kebutuhan warga Sebatik didatangkan dari Tawau, Malaysia. Barang-barang ini masuk secara ilegal, dan kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun.
|
EditorAprillia Ika

NUNUKAN, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Nunukan di Provinsi Kalimantan Utara akan membangun kawasan berikat untuk mengembangkan industri dan perekonomian dan perdagangam di wilayah perbatasan.

Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid mengatakan, keberadaan kawasan berikat di Kabupaten Nunukan diklaim akan mampu mendongkrak perekonomian warga perbatasan yang selama ini sangat bergantung kepada Malaysia.

Selain itu keberadaan kawasan berikat juga akan meminimalisir tingginya aktivitas pedagangan ilegal di wilayah perbatasan.

“Perdagangan di Kabupaten Nunkan ini bisa lebih teratur lagi dan bisa lebih tertib lagi mengingat kita kan daerah perbatasan,” ujar Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid, Kamis (2/3/2017).

Menurut Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur Agus Sudarmadi, keberadan kawasan berikat di Kabupaten Nunukan akan menjamin kepastian dunia perdagangan di wilayah Kalimantan Utara.

Keberadaan kawasan berikat juga menguntungkan pedagang tradisional yang selama ini banyak melakukan praktik perdagangan ilegal.

Para pedagang tradisional lintas batas negara tersebut akan diberi pelatihan menjadi pedagang internasional.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Begitu kami fasilitasi, kami didik, pemenuhan perizinannya nanti dibantu dan lain sebagainya. Itu benefit cost ratio-nya. Pedagang mengaku lebih untung begini,” imbuh Agus Sudarmadi.

Saat ini kawasan berikat telah diberlakukan di beberapa wilayah perbatasan seperti di Entikong dan Timor Leste.

Pelabuhan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu dekat akan meresmikan pelabuhan baru di wilayah perbatasan Kecamatan Sebatik di Kabupaten Nunukan.

Pelabuhan baru tersebut akan difungsikan sebagai pelabuhan tol laut, dengan target menurunkan disparitas harga antara produk Indonesia dan produk Malaysia.

Dengan tol laut diharapkan barang kebutuhan pokok dari Surabaya dan Makasar bisa menjangkau ke wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan.

Nantinya, kawasan berikat di Nunukan direncanakan akan menempel dengan pelabuhan tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lelang Aset Asabri dan Jiwasraya, DJKN: Target Dapat Hasil Setinggi-tingginya

Lelang Aset Asabri dan Jiwasraya, DJKN: Target Dapat Hasil Setinggi-tingginya

Whats New
Kemenhub Mediasi Penyelesaian Santunan Pelaut RI yang Meninggal di Singapura

Kemenhub Mediasi Penyelesaian Santunan Pelaut RI yang Meninggal di Singapura

Whats New
Kapan Moge dan Brompton Selundupan Mantan Dirut Garuda Dilelang? Ini Kata DJKN

Kapan Moge dan Brompton Selundupan Mantan Dirut Garuda Dilelang? Ini Kata DJKN

Whats New
[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Perawatan Spooring dan Balancing | Masyarakat Jepang Ogah Gunakan Kendaraan Pribadi

[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Perawatan Spooring dan Balancing | Masyarakat Jepang Ogah Gunakan Kendaraan Pribadi

Rilis
IHSG Anjlok 1 Persen di Akhir Pekan, Rupiah Ikut Melemah

IHSG Anjlok 1 Persen di Akhir Pekan, Rupiah Ikut Melemah

Whats New
Saham Unilever Indonesia Anjlok 30,95 Persen sejak Awal Tahun, Ini Pemicunya

Saham Unilever Indonesia Anjlok 30,95 Persen sejak Awal Tahun, Ini Pemicunya

Whats New
Banyak Penipuan Lelang, Ini Ciri-cirinya

Banyak Penipuan Lelang, Ini Ciri-cirinya

Whats New
Mau Jadi Pemenang Lelang di Lelang.go.id? Ini Tips Kemenkeu

Mau Jadi Pemenang Lelang di Lelang.go.id? Ini Tips Kemenkeu

Spend Smart
Minat Work From Bali? Ini 4 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Minat Work From Bali? Ini 4 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Whats New
Buktikan Kepedulian akan Pasien Covid-19, “Pengusaha Peduli NKRI” Gelar Donor Plasma Konvalesen

Buktikan Kepedulian akan Pasien Covid-19, “Pengusaha Peduli NKRI” Gelar Donor Plasma Konvalesen

Rilis
Pelindo II Tindak Tegas 12 Pelaku Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

Pelindo II Tindak Tegas 12 Pelaku Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

Whats New
Masih Terbebani The Fed, Harga Bitcoin Lanjutkan Penurunan

Masih Terbebani The Fed, Harga Bitcoin Lanjutkan Penurunan

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Tabel Periodik dengan Jembatan Keledai | Vibranium pada Tabel Periodik

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Tabel Periodik dengan Jembatan Keledai | Vibranium pada Tabel Periodik

Rilis
Cerita Kara Nugroho, Bangun Bisnis PVRA hingga Ikut London Fashion Scout

Cerita Kara Nugroho, Bangun Bisnis PVRA hingga Ikut London Fashion Scout

Smartpreneur
Mengenal Perbedaan dari Pasar Monopoli dengan Oligopoli

Mengenal Perbedaan dari Pasar Monopoli dengan Oligopoli

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X