Arab Saudi Bidik Raja Ampat-nya Sumatera Barat

Kompas.com - 04/03/2017, 18:55 WIB
Pulau Setan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Kamis (14/5/2015). Pulau Sutan berada di kawasan Taman Laut Mandeh. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPulau Setan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Kamis (14/5/2015). Pulau Sutan berada di kawasan Taman Laut Mandeh.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Kunjungan Raja Salman dari Arab Saudi tak henti-hentinya menjadi buah bibir. Bukan hanya karena pelayanan king size yang disiapkan, tetapi juga rencana-rencana bisnis di Indonesia.

Agustinus Eko Raharjo, dari Divisi Komunikasi Kantor Staf Kepresidenan (KSP) dalam sebuah diskusi on air di Jakarta, Sabtu (4/3/2017) menyebutkan Arab Saudi melirik salah satu destinasi wisata di pesisir barat Indonesia.

Pilihan Arab Saudi jatuh pada kawasan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Menteri Pariwisata Arief Yahya, kata Agustinus, akan meminta Arab Saudi untuk membuat proposal pengembangan Mandeh.

"Untuk pariwisata, mereka (Arab Saudi) melihat ada sesuatu yang lain yang bisa dikembangkan di Indonesia selain Bali," kata Agustinus.

Menurut dia, keindahan alam Mandeh tak kalah dari Raja Ampat, Papua Barat. Tak heran Mandeh sering disebut-sebut sebagai "Raja Ampat-nya" Sumatera Barat.

Dengan adanya kunjungan rombongan Raja Salman dan nantinya diikuti dengan investasi di sektor pariwisata, Agustinus berharap kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) khususnya dari negara-negara Timur Tengah meningkat 50 persen pada tahun ini.

Pengembangan pariwisata sebagaimana diketahui, merupakan satu dari 11 nota kesepahaman atau MoU antara Indonesia-Arab Saudi. Sejauh ini, komitmen investasi yang diperoleh baru mencapai 9,4 miliar dollar AS, terdiri dari 7 miliar dollar AS proyek pemerintah dan 2,4 miliar dollar AS swasta.

Sekilas Mandeh

Mandeh terletak di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Berbagai atraksi dapat dinikmati wisatawan di berbagai pulau kecilnya sebut saja Pulau Sironjong Kecil dan Sironjong Besar, tempat wisatawan melakukan cliff jump.

Pulau Cubadak memiliki spot diving dan resort kelas internasional dan Pulau Setan cocok untuk berkemah di tengah laut, dengan berbagai atraksi olahraga airnya. Kawasan Mandeh berada di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kecamatan Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Berjarak sekitar 56 kilometer jalur darat atau sekitar satu jam perjalanan dari Padang, ibu kota Sumatera Barat. Wisatawan dari Jakarta atau dari luar pulau Sumatera dapat melalui jalur udara terlebih dahulu menuju Bandara Internasional Minangkabau, Padang.

Wisatawan dapat memilih beberapa alternatif menuju ke kawasan wisata Mandeh antara lain dengan jalur darat yaitu mobil sewa, atau bus antar kota, ataupun jalur laut dari Pelabuhan Teluk Bayur atau Pelabuhan Muaro Padang.

(Baca: Ini Alternatif Transportasi Murah Saat Berwisata di Kawasan Mandeh)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Whats New
Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

BrandzView
Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Whats New
Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Whats New
Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Whats New
Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Whats New
Pengusaha: Kita Asyik Bangun Infrastruktur, tapi Lalai Kembangkan Industrinya

Pengusaha: Kita Asyik Bangun Infrastruktur, tapi Lalai Kembangkan Industrinya

Whats New
Pandemi Covid-19 Bikin Ketidakpastian terhadap Produktivitas dan Penyerapan Tembakau

Pandemi Covid-19 Bikin Ketidakpastian terhadap Produktivitas dan Penyerapan Tembakau

Whats New
Bank Jago Bakal Kembangkan Layanan Tech Base Bank, Apa Itu?

Bank Jago Bakal Kembangkan Layanan Tech Base Bank, Apa Itu?

Whats New
Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Whats New
Presiden hingga Pejabat Eselon II Tak Dapat THR, Belanja Pegawai Turun

Presiden hingga Pejabat Eselon II Tak Dapat THR, Belanja Pegawai Turun

Whats New
Kecuali STAN dan STMKG, Sekolah Kedinasan Tetap Dibuka Tahun Ini

Kecuali STAN dan STMKG, Sekolah Kedinasan Tetap Dibuka Tahun Ini

Whats New
Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Whats New
Sempat Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Turun 0,46 Persen

Sempat Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Turun 0,46 Persen

Earn Smart
Bukopin: Kookmin Bank Ajarkan Kami Jadi Bank Global

Bukopin: Kookmin Bank Ajarkan Kami Jadi Bank Global

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X