Kompas.com - 05/03/2017, 12:00 WIB
Pegawai pajak meneliti kebenaran isi laporan surat pemberitahuan tahunan (SPT) wajib pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta, Pasar Minggu, Kamis (21/4/2016). KOMPAS / TOTOK WIJAYANTOPegawai pajak meneliti kebenaran isi laporan surat pemberitahuan tahunan (SPT) wajib pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta, Pasar Minggu, Kamis (21/4/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki bulan Maret, mungkin Anda sudah mulai bersiap-siap untuk mengurus laporan perpajakan.

Di Indonesia, tanggal 31 Maret menjadi batas akhir pelaporan pajak penghasilan pribadi. Sedangkan bagi badan usaha, batas akhir pelaporan pajak melalui penyetoran SPT adalah 4 bulan setelah tahun pajak berakhir atau jatuh pada akhir April.

Apakah Anda sudah menyetorkan SPT tahun ini? Yuk ketahui beberapa fakta penting terkait pajak penghasilan sebagai berikut, seperti disarikan dari berbagai sumber:

1. PTKP naik menjadi Rp 4,5 juta per bulan

Pemerintah melalui Menteri Keuangan merilis regulasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 101/PMK.010/2016 tentang PTKP tahun 2016. Untuk tahun pajak 2016, batas PTKP terendah yaitu untuk wajib pajak tidak kawin dan tidak memiliki tanggungan adalah penghasilan bersih setahun Rp 54 juta atau Rp 4,5 juta per bulan. Angka itu naik dari semula Rp 3 juta per bulan untuk PTKP 2015.

Dengan begitu, Anda yang memiliki penghasilan bersih di bawah Rp 4,5 juta per bulan, tidak wajib membayar pajak. Sebaliknya, bila penghasilan bersih Anda sama dengan atau di atas Rp 4,5 juta per bulan, Anda harus membayar pajak dan melaporkan SPT. Pembayaran pajak penghasilan telah dipotong perusahaan dari penghasilan Anda setiap bulan, dan kini giliran Anda melaporkannya ke petugas pajak.

2. Pekerja freelance juga wajib bayar pajak

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anda seorang pekerja lepas atau freelance? Kewajiban membayar pajak tidak mengenal profesi. Selama Anda memiliki penghasilan yang masuk dalam obyek pajak, maka Anda tetap menanggung kewajiban membayar pajak pada negara kendati status pekerjaan adalah freelance. Misalnya, penulis artikel lepas, ibu rumahtangga yang berbisnis online, ojek online, dan lain sebagainya.

Jadi, silakan Anda teliti berapa nilai penghasilan bersih Anda selama tahun 2016 lalu, apakah masuk PTKP atau di atas PTKP? Bila sama dengan atau di atas PTKP, maka Anda harus membayar pajak sesuai ketentuan. Bila pendapatan masih di bawah PTKP, maka Anda cukup menyetorkan SPT Tahunan dengan keterangan NIHIL.

3. NPWP Suami Istri terpisah, bayar pajak jadi lebih mahal

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.