90 Persen Pebisnis Indonesia Percaya Pentingnya Transformasi Digital

Kompas.com - 05/03/2017, 16:00 WIB
Andreas Diantoro, President Director, Microsoft Indonesia menjelaskan makna empat pilar transformasi digital, dalam paparan hasil studi The Microsoft Asia Digital Transformation Study: Enabling The Intelligent Enterprise. Dok. MicrosoftAndreas Diantoro, President Director, Microsoft Indonesia menjelaskan makna empat pilar transformasi digital, dalam paparan hasil studi The Microsoft Asia Digital Transformation Study: Enabling The Intelligent Enterprise.
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Studi ‘The Microsoft Asia Digital Transformation’ menunjukkan arah masa depan dan tantangan transformasi digital di Asia Pasifik, termasuk Indonesia

Hasil studi menyatakan bahwa pemimpin bisnis di Indonesia menunjukkan urgensi untuk beradaptasi di Revolusi Industri ke-4 yang mengaburkan batasan antara dunia fisik, digital, dan biologis.

Dalam studi bertajuk ‘The Microsoft Asia Digital Transformation: Enabling The Intelligent Enterprise’, sebanyak 90 persen pemimpin bisnis di Indonesia menyatakan perlu melakukan transformasi digital untuk mendorong pertumbuhan perusahaan.

Sayangnya, hanya 27 persen yang telah memiliki strategi transformasi digital menyeluruh. Sebanyak 51 persen sisanya masih merencanakan proses transformasi digital dan sebanyak 22% belum memiliki strategi apapun.

Andreas Diantoro, Presiden Direktur Microsoft Indonesia menjelaskan, organisasi yang tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman akan menjadi kurang kompetitif.

"Oleh sebab itu, Microsoft mendorong setiap organisasi untuk segera melakukan transformasi digital di era berbasis teknologi ini agar mampu beradaptasi dengan perubahan, baik perubahan internal maupun eksternal,” kata dia melalui rilis pers ke Kompas.com.

Transformasi Digital

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Memperjelas makna transformasi digital yang berbeda di setiap organisasi, Microsoft mendefinisikannya dengan menjabarkan empat pilar berikut:

Pertama, yakni mmprioritaskan pelanggan. Atau, teknologi yang memungkinkan organisasi untuk menganalisis dan memahami karakter konsumen dengan lebih baik, sehingga organisasi dapat memprediksi kebutuhan konsumen dan menjawab kebutuhan tersebut secara personal.

Kedua, yakni memberdayakan karyawan. Dalam rangka menjawab kebutuhan konsumen secara lebih personal, karyawan organisasi perlu bekerja dengan lebih cepat.

Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X