Indonesia Buka Peluang Kerja Sama Industri Melalui IORA

Kompas.com - 06/03/2017, 19:21 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia berpeluang mengembangkan kerja sama di sektor industri dengan anggota Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia (Indian Ocean Rim Association/IORA).

Sektor-sektor potensi yang ditawarkan antara lain industri perkapalan dan peralatannya, pengolahan hasil laut, komponen otomotif, petrokimia dan gasifikasi batubara, serta produk hilir agro.

“Kami tengah memacu investasi industri tersebut karena termasuk sektor padat karya berorientasi ekspor dan subtitusi impor," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai menghadiri IORA Business Summit di Jakarta, Senin (6/3/2017).

Airlangga menegaskan, peningkatan akses pasar dengan negara-negara anggota IORA dapat dilakukan melalui kerangka kerja sama bilateral.

Menurutnya, upaya yang perlu dilakukan adalah menginisiasi pelaksanaan business matching (kolaborasi bisnis) dengan negara-negara IORA serta mengoptimalkan peran Kedutaan Besar Republik Indonesia dalam mempromosikan kemampuan industri dalam negeri dan potensi pasar bagi kedua belah pihak.

“Peningkatan kerja sama seperti pelatihan dalam membangun kapasitas industri, telah dilakukan dengan Mozambik dan Seychelles di sektor industri kecil dan menengah,” paparnya.

Dari sisi kepentingan ekonomi, Airlangga melihat, negara-negara di sekitar Samudera Hindia memiliki potensi ekonomi yang sangat prospektif, di antaranya pasar yang besar dengan jumlah penduduk sebanyak 2,7 miliar orang.

Selain itu, 70 persen perdagangan dunia melewati kawasan ini, serta menyimpan sekitar 55 persen cadangan minyak dunia dan 40 persen cadangan gas dunia.

“Dengan berbagai potensi tersebut, salah satu langkah yang perlu dijalankan Indonesia adalah pembangunan infrasruktur dan konektivias maritim, termasuk dalam pengembangan industri perkapalan dan maritim,” ungkapnya.

Dari data Kemenperin pada 2016, nilai total perdagangan Indonesia dengan negara-negara IORA sebesar 82,57 miliar dollar AS.

Sedangkan, perdagangan intra-regional IORA di tahun 2015 mencapai 777 miliar dollar AS atau naik 300 persen dibandingkan tahun 1994 yang sebesar 233 miliar dollar AS.

Kompas TV 20 tahun berdiri, industri sepatu kulit rumahan di Puspowarno, Semarang, masih menunjukkan eksistensinya. Sepatu kulit, bagi sebagian orang, mungkin dianggap barang yang mahal. Tapi tidak demikian halnya, jika Kamu membeli sepatu kulit hasil industri rumahan, yang berada di Jalan Puspowarno Selatan 2 Semarang. Sebagian besar bahan baku kulit ini, berasal dari kulit sapi, baik lokal maupun impor. Bahan baku kulit lokal, lebih mudah didapat dibanding impor, yang harganya jauh lebih mahal. Meski begitu, agar tetap dapat menggunakan bahan baku kulit impor, pembuatan sepatu menyiasatinya dengan kulit impor sisa produksi pabrik tas dan sepatu kulit berskala besar.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.