Indonesia Jajaki Potensi Ekspor Bahan Pangan ke Komoro

Kompas.com - 06/03/2017, 21:23 WIB
|
EditorM Fajar Marta

TANGERANG, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Republik Islam Federal Komoro Djaffar Ahmed Said di sela-sela acara Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok Negara-negara Pesisir Samudera Hindia (Indian Ocean Rim Association/IORA).

Amran mengatakan, dalam pertemuan tersebut pihaknya membahas kerja sama bilateral terkait perdagangan atau ekspor bahan pangan dari Indonesia ke Republik Federal Islam Komoro.

"Kami minta kerja sama bilateral diperkuat khususnya ekspor impor bahan pangan," ujar Amran di Ruangan VIP Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Senin (6/3/2017).

Menurutnya, Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar memiliki modal kuat untuk menjalin kerja sama perdagangan oleh negara lain.

"Komoro memang negara kecil hanya 700.000 hingga 800.000 penduduknya, kami diskusi dengan Menteri Luar Negeri dan Wakil Presidennya," ucap Amran.

Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi IORA ke-20 yang dihadiri oleh 16 kepala negara dan pemerintahan.

Adapun negara anggota IORA yang terlibat, yaitu Afrika Selatan, Australia, Bangladesh, India, Indonesia, Iran, Kenya, Komoro, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Persatuan Emirat Arab, Seychelles, Singapura, Somalia, Sri Lanka, Tanzania, Thailand, dan Yaman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.