"Fintech" Amartha Ingin Fokus Jangkau Pengusaha Mikro

Kompas.com - 07/03/2017, 13:24 WIB
CEO dan pendiri fintech Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, di Pasar Santa, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2016). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANCEO dan pendiri fintech Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, di Pasar Santa, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2016).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah pengusaha mikro di Indonesia sangat banyak dan terus bertambah. Akan tetapi, salah satu kendala bagi pengusaha mikro tersebut untuk terus berkembang adalah sulitnya akses permodalan.

Hal inilah yang menjadi kesempatan yang ditangkap oleh perusahaan rintisan (startup) layanan keuangan berbasis teknologi ( fintech) Amartha. Fintech ini menyediakan layanan pembiayaan berbasis peer-to-peer lending.

"Segmen unbanked (masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan) di kampung-kampung struggle (bersusah payah) mendapat akses bank. Sektor informal tidak punya aset, cashflow (arus kas) tidak stabil dan bisnisnya musiman," jelas CEO dan pendiri Amartha Andi Taufan Garuda Putra di Pasar Santa, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2017).

Taufan menjelaskan, Amartha ingin membantu para pengusaha mikro ini agar memperoleh akses permodalan dan publik bisa memberikan pendanaan bagi mereka.

Adapun karakter pengusaha mikro tersebut dapat dilihat dari karakternya, antara lain kegigihan untuk mengembangkan usaha dan kemauan untuk membayar angsuran.

Amartha menyediakan platform website untuk peminjam dan pemberi pinjaman secara online. Pemberi pinjaman bisa mengakses informasi mengenai peminjam secara menyeluruh, antara lain peruntukan pembiayaan, latar belakang, hingga skor kredit yang dimiliki.

Saat ini Amartha sudah menjangkau lebih dari 200 desa, rata-rata di Jawa Barat dan Banten. Hingga kini Amartha sudah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp 68 miliar kepada sekitar 28.000 pengusaha mikro perempuan dengan tingkat gagal bayar mencapai nol persen.

Para pemilik dana yang ingin menyalurkan dananya melalui Amartha bisa menginjeksikan minimal Rp 3 juta dengan imbal hasil beragam, sekitar 10 persen sampai 15 persen.

Adapun peminjam bisa meminjam dana berkisar Rp 2 juta hingga 10 juta dengan tenor tiga bulan hingga setahun, angsuran biasanya dibayar mingguan.

"Amartha menarik fee (biaya) dari lender dan borrower. Range antara 5 persen sampai 10 persen," jelas Taufan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

GAPPRI Minta Pemerintah Perhatikan Kondisi Industri Hasil Tembakau

GAPPRI Minta Pemerintah Perhatikan Kondisi Industri Hasil Tembakau

Whats New
Dorong Produktivitas Petani di Baubau, Kementan Salurkan Alsintan

Dorong Produktivitas Petani di Baubau, Kementan Salurkan Alsintan

Rilis
Ini Cara Menggunakan Fitur Rekognisi Wajah dan Sidik Jari ShopeePay

Ini Cara Menggunakan Fitur Rekognisi Wajah dan Sidik Jari ShopeePay

Spend Smart
IHSG Pekan Depan DIprediksi Menguat, Ini Faktor Pendukungnya

IHSG Pekan Depan DIprediksi Menguat, Ini Faktor Pendukungnya

Whats New
Produsen Pipa Baja Buka Lowongan untuk Semua Jurusan, Cek Posisi dan Syaratnya

Produsen Pipa Baja Buka Lowongan untuk Semua Jurusan, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Sulap Sampah Menjadi Mainan Robot, Aulia Dapat Pesanan untuk PM Korea hingga Indro Warkop

Sulap Sampah Menjadi Mainan Robot, Aulia Dapat Pesanan untuk PM Korea hingga Indro Warkop

Smartpreneur
Ada Kemungkinan Pembukaan Gelombang 11, Jangan Lupa Daftar di Prakerja.go.id

Ada Kemungkinan Pembukaan Gelombang 11, Jangan Lupa Daftar di Prakerja.go.id

Whats New
Kalah dengan Malaysia, Kadin Berharap Standar Halal Indonesia Bisa Diakui Dunia

Kalah dengan Malaysia, Kadin Berharap Standar Halal Indonesia Bisa Diakui Dunia

Whats New
BLT UMKM Sudah Masuk Tahap II, Bagaimana Skema Pencairan?

BLT UMKM Sudah Masuk Tahap II, Bagaimana Skema Pencairan?

Whats New
373.745 Orang Masuk Daftar Hitam Kartu Prakerja, Ini Sebabnya

373.745 Orang Masuk Daftar Hitam Kartu Prakerja, Ini Sebabnya

Whats New
Menaker ke Pendemo UU Cipta Kerja: Kalau Tidak Puas, Bisa Digugat ke MK!

Menaker ke Pendemo UU Cipta Kerja: Kalau Tidak Puas, Bisa Digugat ke MK!

Whats New
7 Kota di Indonesia yang Dibangun Penjajah Belanda dari Nol

7 Kota di Indonesia yang Dibangun Penjajah Belanda dari Nol

Whats New
Omzet Anjlok Selama Pandemi, Aulia: Bersyukur Banget Dapat Bantuan dari Pak Presiden Ini...

Omzet Anjlok Selama Pandemi, Aulia: Bersyukur Banget Dapat Bantuan dari Pak Presiden Ini...

Smartpreneur
Milenial juga Bisa Beli Rumah Sendiri, Ikuti 4 Cara ini!

Milenial juga Bisa Beli Rumah Sendiri, Ikuti 4 Cara ini!

Earn Smart
Menaker Jamin UU Cipta Kerja Tetap Sejahterakan Buruh

Menaker Jamin UU Cipta Kerja Tetap Sejahterakan Buruh

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X