Pemerintah Ingin Penyelesaian Menyeluruh Soal Freeport

Kompas.com - 07/03/2017, 20:21 WIB
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar saat acara Indonesianisme Sumit 2016 di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (10/12/2016). Pramdia Arhando JuliantoWakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar saat acara Indonesianisme Sumit 2016 di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (10/12/2016).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Arcandra Tahar mengatakan, pemerintah menginginkan penyelesaian menyeluruh masalah dengan PT Freeport Indonesia. Masalah itu mulai dari divestasi 51 persen saham hingga persoalan hak asasi manusia (HAM).

"Kita harus selesaikan ini secara menyeluruh," ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Terkait kasus HAM, ia menilai penyelesaiannya harus melibatkan masyarakat sekitar karena terkait dengan tanah adat. Hal itu sesuai dengan usulan Komnas HAM.

Sementara terkait divestasi saham, Arcandra memastikan akan menawarkannya sesuai ketentuan baik kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, maupun swasta nasional.

"Nanti detail akan kami bahas, yang jelas kami harus berjuang bagaimana caranya Freeport mau divestasi 51 persen saham," kata dia.

Sebelumnya, sejumlah perwakilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemui Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Usai pertemuan, Komisioner Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Natalius Pigai menuturkan, lembaga tersebut menyampaikan sejumlah hal kepada Jonan. Di antaranya yakni perampasan lahan suku Amungme oleh Freeport.

Bukti perampasan lahan adat milik suku Amungme diperkuat setelah Komnas HAM melakukan penelusuran. Sebab, baik Freeport ataupun pemerintah tidak bisa menunjukan bukti otentik adanya jual beli tanah milik Suku Amungme.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.