Agar Berkembang, "Startup" Butuh Regulasi yang Sesuai

Kompas.com - 08/03/2017, 20:10 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Ricky Pesik mengungkapkan, Indonesia merupakan salah satu hotspot alias titik utama perkembangan perusahaan rintisan atau startup dunia. Untuk dapat berkembang, startup membutuhkan regulasi yang sesuai.

"Masalahnya adalah regulasi-regulasi baru yang mendukung akselerasi pertumbuhan startup dibutuhkan," kata Ricky dalam diskusi panel "Indonesia Creative Economy 2017" di Jakarta, Rabu (8/3/2016).

Ricky menuturkan, pemerintah termasuk Bekraf dan lembaga-lembaga negara lainnya dinilai perlu melakukan revisi ulang terhadap sejumlah regulasi. Bahkan, imbuh dia, dibutuhkan regulasi baru yang adaptif dengan pertumbuhan startup.

Pasalnya, apabila tidak ada regulasi yang seperti itu, maka Indonesia akan tertinggal dalam perkembangan dan panggung industri kreatif dunia, khususnya di sektor digital.

(Baca: "Startup" Bisa Jadi Duta Investasi Indonesia di Mancanegara)

"Peraturan memang akan selalu tertinggal dengan perubahan, tapi sekarang bagaimana peraturan itu adaptif (dengan perubahan)," jelas Ricky.

Ia memberi contoh adalah potensi Indonesia yang besar dalam perdagangan melalui platform digital atau e-commerce.

Ricky memandang, alangkah baiknya apabila platform e-commerce Indonesia didukung regulasi yang mendukung mereka untuk menjual produk ke luar negeri.

Ricky mencontohkan, konsumen Indonesia bisa dengan mudah membeli barang dari platform e-commerce asing seperti Amazon dan Alibaba.

(Baca: "E-Commerce" Harus Bisa Dimanfaatkan untuk Pemerataan Ekonomi)

Akan tetapi, konsumen dari luar negeri sulit untuk membeli produk dari platform e-commerce Indonesia.

"(Dengan regulasi yang sesuai), yang menikmati pertama adalah pelaku ekonomi kreatif nasional. Butuh regulasi dan insentif baru dalam perdagangan ritel ekspor, sekarang bingung bagaimana menangkap pasar ritel inrernasional," tutur Ricky.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hong Kong Tarik Varian Mie Sedaap, Wings Group Indonesia Buka Suara

Hong Kong Tarik Varian Mie Sedaap, Wings Group Indonesia Buka Suara

Whats New
Resesi Global di Depan Mata, Waktunya Kurangi Investasi dan Simpan Uang Tunai?

Resesi Global di Depan Mata, Waktunya Kurangi Investasi dan Simpan Uang Tunai?

Whats New
Resesi Global Mengancam, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Sudah Pulih

Resesi Global Mengancam, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Sudah Pulih

Whats New
Dilema Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Stasiunnya Jauh dari Pusat Kota

Dilema Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Stasiunnya Jauh dari Pusat Kota

Whats New
Di Banyak Negara, Kereta Cepat Dibangun untuk Bersaing dengan Pesawat

Di Banyak Negara, Kereta Cepat Dibangun untuk Bersaing dengan Pesawat

Whats New
BUMN ID Food Kembangkan Ekosistem Rantai Pasok Nelayan

BUMN ID Food Kembangkan Ekosistem Rantai Pasok Nelayan

Whats New
Ekonomi Sirkular Berpotensi Sumbang PDB hingga Rp 638 Triliun pada 2030

Ekonomi Sirkular Berpotensi Sumbang PDB hingga Rp 638 Triliun pada 2030

Whats New
Konsep TMII 70 Persen Area Hijau, Kementerian PUPR: Bangunan Tak Diperlukan Kami Bongkar

Konsep TMII 70 Persen Area Hijau, Kementerian PUPR: Bangunan Tak Diperlukan Kami Bongkar

Whats New
Ekonom Ungkap Penyebab Rupiah Melemah ke Rp 15.200 per Dollar AS

Ekonom Ungkap Penyebab Rupiah Melemah ke Rp 15.200 per Dollar AS

Whats New
Program Kompor Listrik Batal, Wamen BUMN: Belum Ada Rencana Melanjutkan

Program Kompor Listrik Batal, Wamen BUMN: Belum Ada Rencana Melanjutkan

Whats New
Info Lengkap Biaya Admin Transfer BCA ke BRI

Info Lengkap Biaya Admin Transfer BCA ke BRI

Whats New
Cara Cetak Kartu ASN Virtual BKN secara Online

Cara Cetak Kartu ASN Virtual BKN secara Online

Whats New
Pimpin Sidang Pertemuan AMM G20, Mentan SYL: Kolaborasi adalah Kunci Atasi Tantangan

Pimpin Sidang Pertemuan AMM G20, Mentan SYL: Kolaborasi adalah Kunci Atasi Tantangan

Rilis
Indodax: Minat Investasi Kripto Tinggi, tapi Literasi Masih Jadi Tantangan

Indodax: Minat Investasi Kripto Tinggi, tapi Literasi Masih Jadi Tantangan

Whats New
Ultah ke-75, Luhut: Baru di Masa Presiden Jokowi Saya Mampu Mengabdi secara Konkret...

Ultah ke-75, Luhut: Baru di Masa Presiden Jokowi Saya Mampu Mengabdi secara Konkret...

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.