Kompas.com - 08/03/2017, 20:35 WIB
Selain kotak perhiasan, kotak tisu, hiasan dan properti rumah tangga, V&V Craft juga memproduksi medali 3D, medali dengan box, koin 3D, pin dan gantungan kunci. Telkom IndonesiaSelain kotak perhiasan, kotak tisu, hiasan dan properti rumah tangga, V&V Craft juga memproduksi medali 3D, medali dengan box, koin 3D, pin dan gantungan kunci.
|
EditorLatief

Catur bilang, ranum usahanya dimulai dari bertambahnya hotel dan perumahan yang berdiri di Jakarta. Karyanya kemudian dijadikan sebagai elemen dekorasi hotel dan rumah.

"Setelah kami berhasil menguasai pasar dalam negeri, kami mulai ekspor untuk mencari pasar asing pada 1999," ujarnya.

Strategi pun dirangkai. Menurut Catur, karakter konsumen mancanegara berbeda dengan dalam negeri. Mereka lebih pilh produk yang dibuat handmade dengan tingkat kesulitan yang tinggi sehingga harganya jauh lebih mahal.

"Uniknya, ketertarikan konsumen mancanegara bukan terletak pada desain, melainkan pilihan warna. Jepang dan China menyukai warna cerah—terutama yang melambangkan unsur hoki—sedangkan kawasan Amerika lebih suka warna klasik seperti cokelat," lanjutnya.

Binaan

Usaha Catur dan Zulfian tentu tidak selalu berjalan mulus. Terlebih lagi sampai akhirnya bisa menghasilkan omzet hingga ratusan juta per bulannya.

Pengalaman Zulfian, misalnya, ia pernah terbentur masalah klasik, pendanaan dan pemasaran. Padahal, saat itu sambutan dari konsumen yang menyukai produknya sedang meningkat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada satu kesempatan, Zulfian pernah menawarkan produknya pada berbagai perusahaan dan institusi. Namun, saat pesanan datang dalam jumlah besar, ia kelimpungan.

"Saya jadi pusing, masalahnya modal untuk membeli bahan baku dan menggaji karyawan tidak cukup. Akibatnya, peluang bisnis di depan mata dengan berat hati ditolak," kenangnya.

Setali tiga uang, hal itu dirasakan pula oleh Catur. Namun, pada akhirnya kesulitan itu terjawab saat PT Telkom Indonesia (Persero) melirik usaha Zulfian dan Catur. Melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), dua pengusaha itu mendapat bantuan.

Bantuan tidak terbatas pada pemodalan saja, tetapi juga pelatihan dan fasilitas pemasaran produk lewat penawaran mengikuti berbagai pameran.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.