Menteri, Dirut Bank BUMN dan Pelaku Industri Sawit Berkumpul, Ada Apa?

Kompas.com - 09/03/2017, 11:17 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Kartika Wirjoatmodjo serta pelaku industri sawit berkumpul di salah satu hotel kawasan Jakarta Pusat.

Berkumpulnya para petinggi dari masing-masing institusi yang mewakilinya tersebut, membahas kelangsungan industri sawit nasional dalam meningkatkan kontribusi ke negara.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut, yakni Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fadhil Hasan.

Berdasarkan data yang dimiliki Gapki, kelapa sawit telah memberikan devisa negara sebesar 18,1 miliar dollar Amerika Serikat (AS) di 2016, atau kedua terbesar setelah Migas dan mempekerjakan 5,3 juta jiwa secara langsung.

Sekitar 4,5 juta hektar atau 42 persen tanaman kelapa sawit Indonesia dimiliki dan dikelola oleh petani pekebun. Seluas kurang lebih 2,5 juta hektar kebun kelapa sawit petani tersebut sudah perlu diremajakan karena berumur tua dan produktivitasnya rendah yakni sekitar 2 ton-3 ton minyak sawit mentah (CPO) per hektar per tahun.

(Baca: Pemerintah Akan Pacu Ekspor Minyak Sawit)

Sebagian besar dari 2,5 juta hektar tersebut adalah milik petani swadaya yang tidak mempunyai biaya dan memerlukan pendampingan teknis agronomi yang baik serta manajemen.

Proses peremajaan tersebut harus dilaksanakan dalam bentuk kemitraan dengan perusahaan. Program peremajaan ini akan meningkatkan produksi lahan petani menjadi 5 ton-6 ton CPO per hektar per tahun tanpa pembukaan lahan kelapa sawit baru.

(Baca: Pemerintah Diminta Pertimbangkan Kembali Moratorium Kebun Sawit)

Tantangan yang harus segera diselesaikan terkait peremajaan dan pembangunan kebun kelapa sawit milik petani adalah pembiayaan, perijinan serta proses sertifikasi lahan petani.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.