Bank Mandiri Salurkan Kredit ke Sektor Kelapa Sawit Rp 48,97 Triliun

Kompas.com - 09/03/2017, 12:45 WIB
Diskusi kebijakan akselerasi pembiayaan dan kepastian hukum atas lahan pekebun kelapa sawit dengan konsep kemitraan di Jakarta, Kamis (9/3/2017). KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNADiskusi kebijakan akselerasi pembiayaan dan kepastian hukum atas lahan pekebun kelapa sawit dengan konsep kemitraan di Jakarta, Kamis (9/3/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, perseroan telah menyalurkan kredit ke sektor perkebunan kelapa sawit sebesar Rp 48,97 triliun atau sebesar 8,54 persen dari portofolio kredit perseroan.

(Baca: Menteri, Dirut Bank BUMN dan Pelaku Industri Sawit Berkumpul, Ada Apa?)

‎Menurut Kartika, penyaluran kredit tersebut dilakukan Bank Mandiri untuk mendukung berbagai kebijakan dan aturan baru yang akan dikeluarkan pemerintah terkait upaya optimalisasi kesejahteraan pekebun kelapa sawit.

Salah satunya, melalui program pembiayaan yang terintegrasi dari hulu ke hilir dalam mendukung pertumbuhan industri sawit nasional.

‎"Hingga saat ini, outstanding kredit di sektor perkebunan kelapa sawit mencapai Rp 48,97 triliun atau sebesar 8,54 persen dari portofolio kredit Bank Mandiri, dengan kualitas kredit yang sangat baik," kata Kartika saat menghadiri FGD kebijakan akselerasi pembiayaan dan kepastian hukum industri sawit di Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Bank Mandiri juga telah mengimplementasi program pembiayaan kepada pekebun plasma binaan dengan pola kemitraan bersama perusahaan sawit berskala besar.

"Pola kemitraan ini cukup efektif untuk membantu pekebun mendapatkan akses pendanaan jangka pendek," tutur Kartika.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peremajaan Lahan Sawit

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fadhil Hasan menuturkan, terdapat 4,5 juta hektar atau 42 persen tanaman kelapa sawit Indonesia dimiliki dan dikelola oleh petani pekebun. Sekitar 2,5 juta hektar kebun kelapa sawit petani tersebut sudah perlu diremajakan.

Menurut dia, pembiayaan adalah suatu hal yang menjadi komponen yang sangat penting bagi perkebunan kepala sawit. Komponen pembiayaan itu meliputi biaya investasi tanaman dan non tanaman, suku bunga yang dibebankan kepada petani dan biaya kompensasi selama empat tahun sebelum masa panen.

"Tantangan yang harus segera diselesaikan terkait peremajaan dan pembangunan kebun kelapa sawit milik petani adalah pembiayaan, perizinan serta proses sertifikasi lahan petani," tukas Fadhil.

(Baca: Indonesia Perkuat Citra Sawit di Eropa)



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X