Bangun Distribusi Center, Coca Cola Gelontorkan Rp 561 Miliar

Kompas.com - 10/03/2017, 20:42 WIB
Kokain senilai Rp 470 miliar ditemukan di sebuah pabrik minuman ringan Coca Cola di Perancis, Kamis (31/8/2016). BBC/GettyKokain senilai Rp 470 miliar ditemukan di sebuah pabrik minuman ringan Coca Cola di Perancis, Kamis (31/8/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) mengungkapkan, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) menggelontorkan dana sekitar 42 juta dollar AS atau Rp 561 miliar untuk pembangunan Mega Distribusi Center Pandaan, Jawa Timur.

”Upaya tersebut sejalan dengan instruksi Bapak Presiden Jokowi untuk memperhatikan perkembangan industri kita saat ini, sekaligus saya diminta menagih dan memonitor masterplan investasi Coca-Cola di Indonesia sebesar 500 juta dollar AS dari 2015 hingga tiga tahun ke depan,” kata Menperin melalui keterangan resmi, Jumat (10/3/2017).

Distribusi center tersebut akan digunakan sebagai gudang penyimpanan dengan kapasitas 40 juta botol dan fasilitas produksi pengolahan preform (pembuatan botol kemasan plastik) berkapasitas 1 miliar unit per tahun.

CCAI merupakan perusahaan yang memproduksi dan mendistribusikan produk-produk dengan merek dagang dari lisensi The Coca-Cola Company.

Saat ini CCAI telah memiliki delapan pabrik pembotolan di Cibitung, Cikedokan, Medan, Lampung, Bandung, Semarang, Surabaya dan Denpasar dengan 37 lini produksi dan lima lini perform serta menyerap tenaga kerja sebanyak 11 ribu orang.

Presiden Direktur CCAI Kadir Gunduz mengatakan, perusahaan terus mewujudkan optimisme dalam rencana yang konsisten berorientasi pada pertumbuhan, termasuk mendukung agenda pemerintah dalam mendorong kinerja industri nasional khususnya sektor makanan dan minuman.

“Fasilitas baru ini menciptakan keterampilan proses produksi dari para karyawan CCAI setara dengan proses produksi kelas dunia,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, CCAI memiliki komitmen kuat dalam berinvestasi melalui pembangunan fasilitas dan penerapan teknologi.

“Saat ini, CCAI menjalankan tujuh akademi pelatihan di enam functions dan menyediakan hingga 35 ribu training days setiap tahun,” tuturnya.

Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto mengatakan, pelaku industri makanan dan minuman nasional perlu melakukan upaya-upaya strategis guna meningkatkan mutu, produktivitas dan efisiensi di seluruh rangkaian proses produksi.

"Langkah ini juga harus sejalan dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta kegiatan penelitian dan pengembangan,” tegasnya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X