Kompas.com - 10/03/2017, 22:27 WIB
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan melakukan kunjungan kerja ke blok mahakam, Kalimantan Timur untuk memantau keberlangsungan operasi minyak dan gas bumi (migas) di wilayah kerja tersebut.

Wilayah Blok Mahakam yang dikunjungi meliputi south processing unit (SPU) dan lapangan Bekapai. Blok mahakam merupakan produsen gas terbesar Indonesia yang dilengkapi dengan terminal liquified natural gas (LNG), selain LNG Tangguh, dan LNG Donggi Senoro.

Kontribusi gas blok Mahakam dalam total produksi gas nasional sekitar 20 persen, disusul oleh proyek Tangguh sekitar 17 persen.

Blok yang dikelola oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) Total E&P Indonesie (TEPI) dan Inpex Corporation akan berakhir kontraknya pada 31 Desember 2017. Saat ini blok Mahakam dalam tahap transisi pengelolaan dari kontraktor eksisting kepada kontraktor baru yaitu PT Pertamina Hulu Mahakam (PT PHM).

Kontrak kerja sama (KKS) blok mahakam telah ditandatangani antara SKK Migas dengan PT PHM pada 29 Desember 2015 dan akan berlaku efektif pada 1 Januari 2018.

"Proses transisi pengelolaan Blok Mahakam dari Total dan Inpex kepada Pertamina, telah dipersiapkan dengan baik sejak 2015. Jadi yang sudah berjalan dengan baik agar diteruskan saja. Produksi harus dipertahankan dan operasi harus efisien. Untuk itu biaya tidak boleh naik dan hasil produksi tidak boleh turun," kata Jonan dalam keterangannya, Jumat (10/3/2017).

Dalam masa transisi pengelolaan blok mahakam, SKK Migas dan Pertamina Hulu Mahakam telah menandatangi amandemen KKS pada bulan Oktober 2016. Amandemen tersebut menjadi dasar bagi Pertamina untuk dapat berinvestasi lebih awal untuk kegiatan pengeboran blok mahakam dalam rangka menjaga tingkat produksi migas.

Pada 2017 rencananya akan dilakukan pengeboran sebanyak enam sumur oleh Total E&P Indonesie dan 19 sumur oleh PT PHM.

"Penting untuk memastikan tingkat produksi migas Blok Mahakam dapat dipertahankan. Di tengah harga minyak yang masih sekitar 50 dollar per barel, produksi migas harus tetap dijaga bahkan ditingkatkan," ungkap Jonan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.