Program Coca-Cola Forest di Semarang akan Tanam 50.000 Pohon

Kompas.com - 11/03/2017, 09:29 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

UNGARAN, KOMPAS.com - PT Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) meluncurkan program Coca-Cola Forest di Semarang, Jawa Tengah.

Melalui program ini, Coca-Cola ingin meningkatkan cadangan air jangka panjang, dengan cara menanam 50.000 bibit pohon per tahunnya, di daerah tangkapan air di wilayah Jawa Tengah.

"Kami berupaya keras untuk bermitra dengan masyarakat serta pelaku bisnis. Selalu ada lebih banyak yang dapat dilakukan. Keberhasilan program Coca-Cola Forest merupakan pertanda baik untuk kelanjutan dan kesuksesan masa depan kami di Indonesia." ujar Group Managing Director Coca-Cola Amatil (CCA) Alison Watkins, dalam keterangan resminya, Jumat (10/3/2017).

Dalam program ini, Coca-Cola juga mendukung petani dan masyarakat setempat untuk terus memproduksi padi di lahan perusahaan. Pada saat yang sama turut mengembangkan kemampuan mereka dalam empat bidang baru.

Mereka dapat menanam pohon di area penanaman pohon dan pembibitan CCAI, belajar membuat kompos dari ampas produksi teh CCAI, beternak ikan di sawah atau yang dikenal juga dengan minapadi di area persawahan CCAI serta mendalami konsep reuse-reduce-recycle.

Keempat modul tersebut dapat diakses oleh masyarakat dan disampaikan melalui dua tahapan, yaitu in-class training dan praktik langsung di lapangan, untuk hasil yang maksimal.

“Melalui Coca-Cola Forest yang ketiga ini kami menggabungkan program-program untuk memberdayakan masyarakat melalui empat modul pelatihan, sekaligus melestarikan lingkungan melalui penanaman pohon di area resapan air,” ujar Kadir Gunduz, President Director CCAI.

Sementara itu Bupati Semarang Mundjirin mengatakan wilayah Kabupaten Semarang yang didominasi oleh daerah perbukitan berpotensi terjadinya bencana tanah longsor.

Selama dua bulan terakhir, tercatat ada 177 kejadian bencana tanah longsor. Permasalahan lainnya, kata Mundjirin, adalah krisis air bersih kendati wilayah ini dialiri oleh sembilan sungai besar.

"Hambatannya adalah penngadaan bibit untuk reboisasi. oleh karena itu kami sangat berterima kasih adanya Coca-cola forest ini, karenaada bantuan 24.000 bibit sampai tahun ini," kata Mundjirin.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X