Dana Pensiun di Negara-negara Ini Bisa Biayai Infrastruktur Ribuan Triliun Rupiah

Kompas.com - 12/03/2017, 13:13 WIB
|
EditorM Fajar Marta

DENPASAR, KOMPAS.com - Pengelola dana-dana jangka panjang seperti Dana Pensiun (Dapen) di Indonesia saat ini masih meletakkan deposito sebagai instrumen investasi utama, karena dianggap paling aman dan relatif menguntungkan.

Padahal menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang PS Brodjonegoro, tren suku bunga deposito ke depan akan semakin rendah.

Jika Dapen ingin memberikan manfaat lebih besar bagi pesertanya, maka Dapen harus mencari instrumen alternatif penempatan dana. Bambang pun mendorong Dapen besar milik beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Pertamina, PLN Telkom, untuk melebarkan portofolionya dan masuk ke proyek-proyek infrastruktur.

Di sisi lain, Dapen yang mengelola dana jangka panjang sangat cocok karakteristiknya dengan proyek infrastruktur.

"Saya lebih mendorong bagaimana Dapen mengurangi porsi deposito, dan mulai masuk ke infrastruktur," kata Bambang, dalam Underwriting Network 2017, yang digelar di the Anvaya Beach Resort, Denpasar, Bali.

Mantan Menteri Keuangan itu paham apabila Dapen tidak ingin "puasa" dan ingin tetap mendapatkan keuntungan pasti setiap bulannya. Oleh karena itu, ia meminta manajer investasi atau underwriter untuk lebih kreatif dalam menciptakan produk investasi untuk pembiayaan infrastruktur.

"Bisa bikin RDPT (reksa dana penempatan terbatas), atau perpetual bonds. Sehingga dia bisa enggak puasa, tetapi dapat gain besar," imbuh Bambang.

Dalam kesempatan itu, Bambang pun memberikan contoh beberapa Dapen di sejumlah negara yang berhasil menjadi sumber pembiayaan investasi non-anggaran pemerintah.

1. China

National Development & Reform Commission (NDRC) semacam Bappenasnya China, mendorong kebijakan pembiayaan infrastruktur dari non-state capital. Bersama kementerian terkait bidang infrastruktur, NDRC membuat join action plan untuk koordinasi pembiayaan 303 proyek infrastruktur.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Pinjam Pulsa Telkomsel, Indosat, AXIS, XL, dan Tri dengan Mudah

Cara Pinjam Pulsa Telkomsel, Indosat, AXIS, XL, dan Tri dengan Mudah

Whats New
Berdasarkan Aturan Baru, Ini Besaran Kenaikan Tarif Ojek Online di Jabodetabek

Berdasarkan Aturan Baru, Ini Besaran Kenaikan Tarif Ojek Online di Jabodetabek

Whats New
Mudah, Begini Cara Beli Tiket Bioskop Online lewat BCA Mobile

Mudah, Begini Cara Beli Tiket Bioskop Online lewat BCA Mobile

Spend Smart
Rupiah Kembali Menguat, Simak Kurs USD-IDR di 5 Bank Hari Ini

Rupiah Kembali Menguat, Simak Kurs USD-IDR di 5 Bank Hari Ini

Whats New
Erick Thohir: Salah Satu Prioritas BUMN adalah Berpihak pada UMKM

Erick Thohir: Salah Satu Prioritas BUMN adalah Berpihak pada UMKM

Whats New
Mudah, Ini Cara Tebus Barang di Pegadaian Online

Mudah, Ini Cara Tebus Barang di Pegadaian Online

Spend Smart
APBN 2023: Tak Ada Lagi Alokasi Covid-19, BBM hingga Listrik Masih Disubsidi

APBN 2023: Tak Ada Lagi Alokasi Covid-19, BBM hingga Listrik Masih Disubsidi

Whats New
Inflasi AS Diproyeksi Menurun, Nilai Tukar Rupiah Kembali Menguat

Inflasi AS Diproyeksi Menurun, Nilai Tukar Rupiah Kembali Menguat

Whats New
Polisi Bakal Terbitkan DPO dan 'Red Notice' untuk Tersangka Kasus Penggelapan Premi Wanaartha Life

Polisi Bakal Terbitkan DPO dan "Red Notice" untuk Tersangka Kasus Penggelapan Premi Wanaartha Life

Whats New
Bedanya Kantor Pajak KPP Pratama, KPP Madya, dan KPP Wajib Pajak Besar

Bedanya Kantor Pajak KPP Pratama, KPP Madya, dan KPP Wajib Pajak Besar

Whats New
Kini Berlaku 3 Zonasi, Tarif Ojek Online Naik Jadi Berapa?

Kini Berlaku 3 Zonasi, Tarif Ojek Online Naik Jadi Berapa?

Whats New
Rugi Besar, Softbank Tekor Rp 342,7 Triliun pada Kuartal II 2022

Rugi Besar, Softbank Tekor Rp 342,7 Triliun pada Kuartal II 2022

Whats New
Naik Rp 9.000 Per Gram, Ini Daftar Harga Emas Antam Terbaru

Naik Rp 9.000 Per Gram, Ini Daftar Harga Emas Antam Terbaru

Whats New
Pemegang Saham Wanaartha Life Diduga Raup Rp 850 Miliar dari Penggelapan Premi Nasabah

Pemegang Saham Wanaartha Life Diduga Raup Rp 850 Miliar dari Penggelapan Premi Nasabah

Whats New
Dibuka Menguat, IHSG Pagi Tembus Level 7.100

Dibuka Menguat, IHSG Pagi Tembus Level 7.100

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.