Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UOB Hadirkan Tampilan Baru Kartu Kredit Khusus Wanita Karier

Kompas.com - 13/03/2017, 17:47 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank UOB Indonesia meluncurkan UOB Lady's Card dengan tampilan baru. Sebelumnya, kartu kredit ini khusus untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup wanita Indonesia karier profesional dan mandiri secara keuangan.

Data UOB Indonesia menunjukkan, belanja nasabah wanita terbanyak adalah untuk produk mode, ritel, department store, dan pasar swalayan, yakni sebesar 22 persen. Kemudian diikuti dengan belanja untuk makan di restoran sebesar 18 persen dan untuk kesehatan 4 persen.

Head of Personal Financial Services UOB Indonesia Lynn Ramli mengatakan, pola belanja tersebut menunjukkan bagaimana wanita modern Indonesia memilih untuk mengatur belanja mereka seiring peran wanita Indonesia sebagai pengambil keputusan keuangan.

Hingga saat ini, UOB Lady's Card berkontribusi sebesar 25 persen dari total bisnis kartu kredit UOB Indonesia.

Lynn yakin, seiring semakin meningkatnya pendapatan para wanita karir profesional lndonesia, UOB Lady's Card akan terus memberikan kontribusi bagi portofolio kartu kredit UOB Indonesia.

“UOB merupakan salah satu dari sedikit bank di Indonesia yang menawarkan kartu kredit eksklusif wanita," kata Lynn dalam pernyataan resmi, Senin (13/3/2017).

Menurut Lynn, saat ini peran wanita Indonesia teIah berubah dari peran tradisional di rumah kini menjadi bagian dari angkatan kerja yang berkontribusi bagi pendapatan rumah tangga, namun pada saat yang bersamaan mereka juga tetap ingin dapat memanjakan diri.

Sementara itu, Cards and Payments Head UOB Indonesia Dessy Masri menyatakan, tampilan UOB Lady's Card telah diperbaharui dengan disain eksklusif motif mawar merah bergaya post-modern dari perancang busana ternama dunia, yakni Vivienne Tam.

"Lady’s Card mengambil tema 'it's time to shine' yang diyakini akan memberikan nilai elegan dan rasa percaya diri yang lebih tinggi bagi para pemegang kartu kredit ini," ujar Dessy.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cara Bayar Shopee lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Cara Bayar Shopee lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Spend Smart
Apa yang Dimaksud dengan Inflasi dan Deflasi?

Apa yang Dimaksud dengan Inflasi dan Deflasi?

Earn Smart
Gampang Cara Cek Mutasi Rekening lewat myBCA

Gampang Cara Cek Mutasi Rekening lewat myBCA

Spend Smart
Penurunan Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Indonesia Berpotensi Tertahan

Penurunan Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Indonesia Berpotensi Tertahan

Whats New
Gaji ke-13 untuk Pensiunan Cair Mulai 3 Juni 2024

Gaji ke-13 untuk Pensiunan Cair Mulai 3 Juni 2024

Whats New
Masuk ke Beberapa Indeks Saham Syariah, Elnusa Terus Tingkatkan Transparansi Kinerja

Masuk ke Beberapa Indeks Saham Syariah, Elnusa Terus Tingkatkan Transparansi Kinerja

Whats New
Pesawat Haji Boeing 747-400 Di-'grounded' Pasca-insiden Terbakar, Garuda Siapkan 2 Armada Pengganti

Pesawat Haji Boeing 747-400 Di-"grounded" Pasca-insiden Terbakar, Garuda Siapkan 2 Armada Pengganti

Whats New
ASDP Terus Tingkatkan Peran Perempuan pada Posisi Tertinggi Manajemen

ASDP Terus Tingkatkan Peran Perempuan pada Posisi Tertinggi Manajemen

Whats New
Jaga Loyalitas Pelanggan, Pemilik Bisnis Online Bisa Pakai Strategi IYU

Jaga Loyalitas Pelanggan, Pemilik Bisnis Online Bisa Pakai Strategi IYU

Whats New
Bulog Targetkan Serap Beras Petani 600.000 Ton hingga Akhir Mei 2024

Bulog Targetkan Serap Beras Petani 600.000 Ton hingga Akhir Mei 2024

Whats New
ShariaCoin Edukasi Keuangan Keluarga dengan Tabungan Emas Syariah

ShariaCoin Edukasi Keuangan Keluarga dengan Tabungan Emas Syariah

Whats New
Insiden Kebakaran Mesin Pesawat Haji Garuda, KNKT Temukan Ada Kebocoran Bahan Bakar

Insiden Kebakaran Mesin Pesawat Haji Garuda, KNKT Temukan Ada Kebocoran Bahan Bakar

Whats New
Kemenperin Pertanyakan Isi 26.000 Kontainer yang Tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak

Kemenperin Pertanyakan Isi 26.000 Kontainer yang Tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak

Whats New
Tingkatkan Akses Air Bersih, Holding BUMN Danareksa Bangun SPAM di Bandung

Tingkatkan Akses Air Bersih, Holding BUMN Danareksa Bangun SPAM di Bandung

Whats New
BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com