Produk Alutsista RI Bidik Pasar Afrika dan Timur Tengah

Kompas.com - 15/03/2017, 19:51 WIB
YUNIADHI AGUNG/KOMPAS Presiden Joko Widodo, didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (kiri) dan Kepala Polri Jenderal (Pol) Tito Karnavian (kanan), menaiki panser amfibi, Anoa Amphibious produksi PT Pindad, saat menyeberangi danau di kompleks Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (16/1). Uji coba panser amfibi ini berlangsung saat Presiden hadir dalam acara Rapat Pimpinan TNI 2017

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerja sama antarnegara yang tergabung di Indian Ocean Rim Association ( IORA) juga membuka peluang pasar ekspor baru bagi produk alat utama sistem persenjataan ( alutsista) Indonesia.

Iman Sulaiman, Kepala Divisi Marketing PT PAL Indonesia (Persero), BUMN galangan kapal, mengatakan pihaknya menargetkan pada 2018 bisa menciptakan kontrak pembuatan kapal dengan negara-negara anggota IORA.

"Saat ini, komunikasi intensif telah dilakukan saat ini dengan sejumlah negara anggota IORA," kata dia, Selasa (14/3/2017).

Pada umumnya kontrak pembuatan yang ditangani PT PAL merupakan hasil negosiasi atau pembahasan secara mendalam sejak dua tahun sebelumnya.

Namun dengan adanya KTT IORA, kontrak dengan sejumlah negara-negara lingkar Samudra Hindia diharapkan tercipta setahun lebih awal.

"Pembicaraan yang kita mulai saat ini biasanya akan membutuhkan waktu satu atau dua tahun sampai menjadi kontrak," lanjut dia.

Artinya, kontrak yang didapat sekarang merupakan hasil dari penetrasi pasar yang dimulai satu atau dua tahun lalu. "Tapi mudah-mudahan tahun depan sudah ada yang closing (kontrak)," ujarnya.

Menurut Iman, anggota IORA mayoritas merupakan negara-negara pesisir yang memiliki pantai sehingga membutuhkan kapal. Bagi PT PAL, jelas ini merupakan peluang pasar. Iman mengaku menggandeng Exim Bank untuk memuluskan rencananya tersebut.

Saat ini PT PAL telah mengajukan penawaran penjualan ke Mozambik, salah satu negara di benua Afrika. Kemudian, PT PAL tengah membangun komunikasi dengan Senegal, Madagaskar dan Tanzania.

Pindad

Khusus untuk pasar alutsista, pemerintah melalui PT Pindad (Persero), saat ini juga sedang menggarap potensi ekspor alutsista ke wilayah Timur Tengah dengan nilai 300 juta dollar AS dalam dua tahun ke depan.

Hal ini disampaikan Direktur Kerjasama APEC dan Organisasi Internasional, Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Deny Kurnia. 

Selain itu, ia menyebut, saat ini juga tengah dijajaki kemungkinan investasi pembuatan pabrik senjata di negara Timur Tengah dengan izin atau lisensi dari Indonesia. (Hendra Gunawan)




EditorAprillia Ika
SumberKONTAN

Close Ads X