Kompas.com - 16/03/2017, 16:54 WIB
Bank Permata. KOMPAS/HERU SRI KUMOROBank Permata.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Permata Tbk terus berupaya memperbaiki rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL). Tercatat, pada tahun 2016 lalu NPL bank berkode emiten BNLI tersebut mencapai 8,83 persen (gross) dan 2,24 persen (net).

Direktur Utama Permata Bank Ridha DM Wirakusumah mengatakan, proses restrukturisasi kredit bermasalah terus dilakukan. Perseroan sendiri menargetkan kredit bermasalah bisa ditekan hingga 5 persen (gross) pada tahun 2017 ini.

"Mudah-mudahan target kita di bawah 5 persen gross. Kalau net sekarang hanya 2 persen, kalau bisa di bawah itu," ujar Ridha di kantornya di Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Ridha menyatakan, proses restrukturisasi kredit bermasalah sudah mulai memperlihatkan hasil yang baik. Selain itu, perseroan juga sudah melakukan proses penjualan sebagian aset bermasalah.

Menurut Ridha, pihaknya menargetkan proses restrukturisasi kredit bermasalah dapat selesai dalam waktu setahun. Dengan demikian, setelah itu rasio NPL perseroan ditargetkan membaik.

Pada tahun 2016, perseroan membukukan rugi bersih hingga Rp 6,48 triliun. Adapun pada tahun 2015, Permata Bank masih membukukan laba Rp 247,1 miliar.

Perseroan juga melaporkan kenaikan beban pencadangan (provisi) yang signifikan senilai total Rp 12,1 triliun, naik sekitar 243 persen secara tahunan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[TREN WISATA KOMPASIANA] 10 Destinasi di Kota Vancouver Kanada | Menggapai Atap Dunia, Everest Base Camp | Fenomena Hotel Kasino di Las Vegas Strip

[TREN WISATA KOMPASIANA] 10 Destinasi di Kota Vancouver Kanada | Menggapai Atap Dunia, Everest Base Camp | Fenomena Hotel Kasino di Las Vegas Strip

Rilis
Impor Alkes Capai Rp 150 Triliun, Bahlil Ajak Investor Asing Masuk Sektor Kesehatan

Impor Alkes Capai Rp 150 Triliun, Bahlil Ajak Investor Asing Masuk Sektor Kesehatan

Whats New
SNV Indonesia Kampanyekan Pentingnya Prokes pada Kelompok Rentan

SNV Indonesia Kampanyekan Pentingnya Prokes pada Kelompok Rentan

Rilis
Investigasi Dugaan Kebocoran Data, BRI Life Jamin Keamanan Polis Nasabah

Investigasi Dugaan Kebocoran Data, BRI Life Jamin Keamanan Polis Nasabah

Whats New
Bahlil: Investasi dari AS, Australia, dan Korsel Bakal Masuk Tahun Ini

Bahlil: Investasi dari AS, Australia, dan Korsel Bakal Masuk Tahun Ini

Whats New
Pemerintah Sebut Investasi Besar Bakal Masuk ke Kalimantan Utara

Pemerintah Sebut Investasi Besar Bakal Masuk ke Kalimantan Utara

Whats New
Kementerian PUPR Tambah Fasilitas RS di Yogyakarta

Kementerian PUPR Tambah Fasilitas RS di Yogyakarta

Rilis
Agar Ekowisata Berkembang, 10.000 Bibit Bakau Ditanam di Mandalika

Agar Ekowisata Berkembang, 10.000 Bibit Bakau Ditanam di Mandalika

Rilis
Bantu Warga Terdampak PPKM, Pengusaha Peduli NKRI Kembali Galang Donasi

Bantu Warga Terdampak PPKM, Pengusaha Peduli NKRI Kembali Galang Donasi

Rilis
BCA Buka Banyak Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

BCA Buka Banyak Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Cara Daftar Prakerja Gelombang 18

Cara Daftar Prakerja Gelombang 18

Whats New
KSPSI Bareng Polri Gelar Vaksinasi Gratis untuk Buruh, Simak Jadwalnya

KSPSI Bareng Polri Gelar Vaksinasi Gratis untuk Buruh, Simak Jadwalnya

Whats New
Startup Tanijoy Diduga Gelapkan Uang 430 Lender Senilai Rp 4,5 Miliar

Startup Tanijoy Diduga Gelapkan Uang 430 Lender Senilai Rp 4,5 Miliar

Whats New
Perhimpunan Pemberi Pinjaman Tanijoy Berencana Selesaikan Masalah Lewat Jalur Hukum

Perhimpunan Pemberi Pinjaman Tanijoy Berencana Selesaikan Masalah Lewat Jalur Hukum

Whats New
Saingi Nelayan Asing, KKP Izinkan Kapal Pukat Ikan Beroperasi di Perbatasan

Saingi Nelayan Asing, KKP Izinkan Kapal Pukat Ikan Beroperasi di Perbatasan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X