Layani Perbatasan RI-Malaysia, Kemenhub Serahkan 12 Bus di Kalbar

Kompas.com - 16/03/2017, 20:26 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan rute darat perbatasan RI-Malaysia ke Presiden Joko Widodo, Kamis (16/3/2017). KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNAMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan rute darat perbatasan RI-Malaysia ke Presiden Joko Widodo, Kamis (16/3/2017).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

PONTIANAK, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendampingi lawatan Presiden RI ke Kalimantan Barat dalam rangka peresmian Pos Lintas Batas (PLBN) Terpadu Nanga Badau yang terletak di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Dalam tinjauannya Menhub mengatakan, pihaknya akan memberikan bus yaitu sebanyak 12 unit untuk meningkatkan pelayanan transportasi bagi masyarakat daerah perbatasan dan sekitarnya di Kalbar.

"Pada tahun 2018, kami akan menambah pelayanan di derah perbatasan di Kalbar berupa pemberian bantuan bus sebanyak 6 unit bus untuk angkutan perintis dan 6 unit bus untuk angkutan komersil," kata Budi Karya di Pontianak, Kamis (16/3/2017) malam.

Dalam laporannya kepada Persiden saat peninjauan, mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura ll (Persero) ini memaparkan hal-hal terkait dukungan Kemenhub untuk melayani sektor transportasi di wilayah-wilayah perbatasan seperti di daerah Putusibbau, Kalbar yang merupakan daerah perbatasan antara negara Indonesia dengan Malaysia.

Selain Putussibau, ada tiga daerah perbatasan lainnya di Kalbar yaitu perbatasan Entikong di Kabupaten Sanggau, perbatasan Bengkayang di kabupaten Bengkayang, dan perbatasan Sambas di Kabupaten Sambas.

Budi Karya menjelaskan, saat ini di daerah perbatasan tersebut telah tersedia angkutan angkutan bus untuk melayani daerah-daerah perbatasan di Kalimantan seperti di Passibau.

Untuk angkutan bus perintis, saat ini terdapat dua rute perintis di Kalbar yaitu, pertama, rute perbatasan Putussibau-Badau-Puring Kencana sejauh 248 km. Rute tersebut sekarang dilayani oleh Damri dengan 3 unit Bus, yang masing-masing berkapasitas 24 orang.

Bus tersebut beroperasi tiga rit per harinya, dengan tarif Rp 180.000 dengan rata-rata tingkat keterisian bus atau load factor-nya kurang lebih 30 persen.

Kedua, rute Bengkayang-Jagoibabang sejauh 106 km, dilayani oleh dua unit bus Damri berkapasitas masing-masing 24 orang yang melayani sebanyak tiga rit setiap harinya dengan tarif Rp 40.000 sekali jalan.

"Diharapkan dengan adanya bantuan tambahan bus pada tahun depan, dapat menambah kualitas pelayanan di daerah perbatasan seperti di Putussibau dan daerah perbatasan lainnya di Kalbar," jelas Budi Karya.

Selain pelayanan angkutan bus perintis, juga tersedia pelayanan angkutan bus komersil pada rute Sambas-Aruk sejauh 72 km dan Jawai-Aruk sejauh 75 km yang dilayani oleh Perusahaan Otobus swasta dan Koperasi yaitu PT Air Sambar Pratama dan Koperasi Trans Jaya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X