Revisi Permenhub 32 Legalkan Keberadaan "Taksi Online"

Kompas.com - 21/03/2017, 13:50 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sosialisasikan Permenhub 32 di Mabes Polri, Selasa (21/3/2017). KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNAMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sosialisasikan Permenhub 32 di Mabes Polri, Selasa (21/3/2017).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah bersama dengan kepolisian telah melakukan sosialisasi revisi Peraturan Menteri Perhubungan nomor 32 tahun 2016 tentang angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek melalui video conference ke enam daerah.

Dalam revisi tersebut, pemerintah menekankan 11 poin penting yang menjadi acuan atau payung hukum bagi taksi online.

Ke-11 poin tersebut meliputi jenis angkutan sewa, kapasitas silinder kendaraan, batas tarif angkutan sewa khusus, kuota jumlah angkutan sewa khusus, kewajiban STNK berbadan hukum, pengujian berkala, pool, bengkel, pajak, akses dashboard, serta pemberian sanksi.

Penetapan tarif batas atas dan bawah pada taksi online pun diterapkan untuk menghindari persaingan tidak sehat antar penyedia jasa angkutan tersebut. Tujuannya, memberikan kesetaraan antara sesama pengusaha dan memberikan kepastian terhadap pengguna angkutan online.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan, dengan keberadaan taksi online yang diatur melalui revisi Permenhub 32 akan semakin memberikan kepastian terhadap penetapan tarif batas atas dan bawah pada taksi online agar memberikan kesetaraan antara sesama pengusaha transportasi.

"Kita harus patut syukuri, karena adanya revisi ini mengukuhkan secara legal keberadaan transportasi bebasi online," ujar Rudiantara di Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Menurut Rudiantara, revisi Permenhub 32 akan meminimalisasi gesekan antara taksi online dengan taksi konvensional. Selain itu, revisi Permenhub 32 ini juga menjadi bukti bahwa negara menerima beroperasinya taksi online dengan catatan keberadaannya harus ditata dengan prinsip kenyamanan, keselamatan dan keamanan.

"Supaya semua menjadi baik, tidak ada gesekan aplikasi dan transportasi konvesional. Hasilnya pemanfaatan teknologi digital ini betul-betul bisa diperdayakan. Kemenhub yang putuskan ini dan saya eksekusi lewat dunia mayanya," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X