PPI dan Sarinah Siap Pasok Cangkul ke Seluruh Indonesia

Kompas.com - 21/03/2017, 22:23 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menunjukkan cangkul impor disaksikan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Syarif Hidayat di Kementerian Perindustrian Senin (31/10/2016) Dok. KemenperinMenteri Perindustrian Airlangga Hartarto menunjukkan cangkul impor disaksikan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Syarif Hidayat di Kementerian Perindustrian Senin (31/10/2016)
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Agus Andiyani menyampaikan, pihaknya bersama PT Sarinah siap mendistribusikan produk (cangkul) yang telah dipabrikasi oleh PT Boma Bisma Indra (BBI) ke seluruh wilayah di Indonesia sesuai cakupannya.

“Kami juga akan memperhatikan, harga cangkul ini tidak boleh mahal dan dapat menumbuhkan IKM,” ucapnya di Kemenperin, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Agus juga mengungkapkan, dalam proses pendistribusian dan penjualan tidak mengalami kendala signifikan dengan adanya biaya logisitik, karena bisa dikolaborasikan dengan barang-barang lain yang dimiliki oleh PPI.

“Rencananya kami membuat stock point di beberapa daerah seperti di Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk memenuhi kebutuhan,” jelasnya.

Direktur Utama PT Sarinah, GNP Sugiarta Yasa menambahkan, selain melalui gudang penyimpanan, pendistribusian juga akan disinergikan dengan PT Pos Indonesia yang mempunyai jaringan luas di Indonesia.

“Tujuannya agar petani kita dapat menjangkau dengan mudah mendapatkan produk cangkul tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Utama BBI Rahman Sadikin mengaku bahwa perusahaannya sudah mampu memproduksi 40.000 unit cangkul yang siap disalurkan ke PPI dan Sarinah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami siap mendukung IKM-IKM di dalam negeri untuk terus tumbuh dan menolak importasi alat pertanian sederhana,” ujarnya.

Dengan adanya kesiapan dari pelaku usaha dan jalannya skema bisnis, Pemerintah dalam hal ini Kemenperin memastikan, tidak perlu ada kekhawatirkan kurangnya cagkul di pasar dalam negeri karena sudah bisa dipasok oleh para IKM lokal.

“Karena PPI dan Sarinah mampu menjadi material center bagi IKM,” tegas Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih.

Seperti diketahui, dalam meningkatkan produksi cangkul dalam negeri Direktorat Jenderal IKM Kementerian Perindustrian telah melakukan kerja sama dengan PT Krakatau Steel, PT Boma Bisma Indra (BBI), PT Sarinah, dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Kerja sama tersebut diharapkan akan dapat meningkatkan produksi cangkul dalam negeri hingga tiga juta unit per tahun.

Hal itu disebabkan, skema kerja sama tersebut melibatkan industri hulu yakni pembuat bahan baku PT Krakatau Steel, hingga keterlibatan IKM dalam proses finishing produk, hingga distribusi produk yang dilakukan PT PPI.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

Whats New
Semester I 2021, Astra Graphia Bukukan Pendapatan Bersih Rp 1,25 Triliun

Semester I 2021, Astra Graphia Bukukan Pendapatan Bersih Rp 1,25 Triliun

Rilis
SIDO Mau Bagikan Saham Bonus, Ini Cara Mendapatkannya

SIDO Mau Bagikan Saham Bonus, Ini Cara Mendapatkannya

Earn Smart
Pendaftaran Program Magister Terapan STIP Jakarta Ditutup, Ada 2.710 Peminat

Pendaftaran Program Magister Terapan STIP Jakarta Ditutup, Ada 2.710 Peminat

Rilis
Passing Grade CPNS 2021 Diumumkan Besok

Passing Grade CPNS 2021 Diumumkan Besok

Work Smart
[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Menata Ulang Kerja Hybrid | 'Harga Teman', Komponen Harga yang Masih Misteri

[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Menata Ulang Kerja Hybrid | "Harga Teman", Komponen Harga yang Masih Misteri

Rilis
Sektor Ketenagalistrikan Indonesia Sumbang 14 Persen Emisi, PLN: Terendah di ASEAN

Sektor Ketenagalistrikan Indonesia Sumbang 14 Persen Emisi, PLN: Terendah di ASEAN

Whats New
Tak Sampai Setahun, Bankir Jerry Ng Jadi Orang Terkaya Nomor 5 di Indonesia

Tak Sampai Setahun, Bankir Jerry Ng Jadi Orang Terkaya Nomor 5 di Indonesia

Whats New
Mengenal Perbedaan Gejala yang Ditimbulkan Varian Delta dan Delta Plus

Mengenal Perbedaan Gejala yang Ditimbulkan Varian Delta dan Delta Plus

Whats New
BTN Targetkan NPL Turun ke 3,9 Persen di Akhir Tahun

BTN Targetkan NPL Turun ke 3,9 Persen di Akhir Tahun

Whats New
IPO Bukalapak Dongkrak Kapitalisasi Pasar BEI hingga RP 87,6 Triliun

IPO Bukalapak Dongkrak Kapitalisasi Pasar BEI hingga RP 87,6 Triliun

Whats New
Tahun Ini BTN Bakal Tutup 29 Kantor

Tahun Ini BTN Bakal Tutup 29 Kantor

Whats New
Tingkatkan Literasi Keuangan Milenial, GoPay Luncurkan FinanSiap

Tingkatkan Literasi Keuangan Milenial, GoPay Luncurkan FinanSiap

Whats New
Terus Tumbuh, Transaksi Digital Bank Danamon Capai 81 Persen

Terus Tumbuh, Transaksi Digital Bank Danamon Capai 81 Persen

Whats New
[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Menjadi Leader Berkarakter | Lingkungan Kerja yang Toxic | Sunk Cost Fallacy, Masa Lalu Memperburuk Keputusan

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Menjadi Leader Berkarakter | Lingkungan Kerja yang Toxic | Sunk Cost Fallacy, Masa Lalu Memperburuk Keputusan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X