Pupuk Kaltim Sakurkan 300.000 Ton Urea di Kuartal I 2017

Kompas.com - 22/03/2017, 08:00 WIB
Presiden Jokowi (Kemeja Putih) sedang memberikan instruksi saat meninjau Pabrik Kaltim-5 milik PT Pupuk Kaltim di Bintang, Kamis (19/11/2015) KOMPAS.com/YOGA SUKMANAPresiden Jokowi (Kemeja Putih) sedang memberikan instruksi saat meninjau Pabrik Kaltim-5 milik PT Pupuk Kaltim di Bintang, Kamis (19/11/2015)
|
EditorAprillia Ika

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Produsen pupuk PT Pupuk Kalimantan Timur telah menyalurkan 309.498 ton urea subsidi di wilayah distribusi Pupuk Kaltim sepanjang tahun ini hingga 19 Maret 2017. Sedangkan untuk NPK subsidi, Pupuk Kaltim telah menjual 57.235 ton.

"Pencapaian ini terus meningkat seiring dengan beroperasinya lima pabrik setelah dilakukan perbaikan tahunan," kata Dede Sulistiawan, Account Executive Pupuk Kaltim  di Kantor Perwakilan Pupuk Kaltim di Balikpapan, Selasa (21/3/2017).

Pupuk bersubsidi merupakan kebutuhan petani dan kelompok tani sepanjang tahun. Seperti masa-masa memasuki musim tanam yang lalu, kebutuhan pupuk bersubsidi selalu meningkat pesat. P

upuk Kaltim sebelumnya telah menyediakan stok 303.922 ton urea subsidi dan 25.264 ton NPK subsidi untuk triwulan pertama 2017 memasuki musim tanam ini. Penyerapan pun sangat tinggi.

"Penyerapan selalu besar apalagi saat musim hujan seperti ini," kata Dede.

Pupuk Kaltim membantu pemenuhan pupuk untuk dua per tiga wilayah Indonesia, dari Kalimantan Selatan, Kaltim, dan Kalimantan Utara, ke Sulawesi, juga ke Bali hingga Nusa Tenggara, sampai ke Papua.

Demi menjaga ketersediaan pupuk, pengadaan pupuk urea bersubsidi selain dari Bontang juga akan diperkuat beberapa distribution center (DC) yang tersebar di Surabaya, Banyuwangi, Semarang dan Makassar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemenuhan pupuk ini untuk terus menjaga stok aman yang telah ditentukan oleh SK Mentan.

Pada musim tanam saat ini, Pupuk Kaltim pun telah meningkatkan stok di daerah melebihi dari ketentuan yang berlaku.

Terkait proyeksi kinerja tahun 2017, Pupuk Kaltim menargetkan produksi urea sebesar 3.4 juta ton lebih besar dibandingkan tahun 2016 sebesar 3.3 juta ton.

Hal ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan SK Mentan tahun 2017 di wilayah penyaluran Pupuk Kaltim sebesar 1,53 juta ton.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lelang Aset Asabri dan Jiwasraya, DJKN: Target Dapat Hasil Setinggi-tingginya

Lelang Aset Asabri dan Jiwasraya, DJKN: Target Dapat Hasil Setinggi-tingginya

Whats New
Kemenhub Mediasi Penyelesaian Santunan Pelaut RI yang Meninggal di Singapura

Kemenhub Mediasi Penyelesaian Santunan Pelaut RI yang Meninggal di Singapura

Whats New
Kapan Moge dan Brompton Selundupan Mantan Dirut Garuda Dilelang? Ini Kata DJKN

Kapan Moge dan Brompton Selundupan Mantan Dirut Garuda Dilelang? Ini Kata DJKN

Whats New
[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Perawatan Spooring dan Balancing | Masyarakat Jepang Ogah Gunakan Kendaraan Pribadi

[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Perawatan Spooring dan Balancing | Masyarakat Jepang Ogah Gunakan Kendaraan Pribadi

Rilis
IHSG Anjlok 1 Persen di Akhir Pekan, Rupiah Ikut Melemah

IHSG Anjlok 1 Persen di Akhir Pekan, Rupiah Ikut Melemah

Whats New
Saham Unilever Indonesia Anjlok 30,95 Persen sejak Awal Tahun, Ini Pemicunya

Saham Unilever Indonesia Anjlok 30,95 Persen sejak Awal Tahun, Ini Pemicunya

Whats New
Banyak Penipuan Lelang, Ini Ciri-cirinya

Banyak Penipuan Lelang, Ini Ciri-cirinya

Whats New
Mau Jadi Pemenang Lelang di Lelang.go.id? Ini Tips Kemenkeu

Mau Jadi Pemenang Lelang di Lelang.go.id? Ini Tips Kemenkeu

Spend Smart
Minat Work From Bali? Ini 4 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Minat Work From Bali? Ini 4 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Whats New
Buktikan Kepedulian akan Pasien Covid-19, “Pengusaha Peduli NKRI” Gelar Donor Plasma Konvalesen

Buktikan Kepedulian akan Pasien Covid-19, “Pengusaha Peduli NKRI” Gelar Donor Plasma Konvalesen

Rilis
Pelindo II Tindak Tegas 12 Pelaku Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

Pelindo II Tindak Tegas 12 Pelaku Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

Whats New
Masih Terbebani The Fed, Harga Bitcoin Lanjutkan Penurunan

Masih Terbebani The Fed, Harga Bitcoin Lanjutkan Penurunan

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Tabel Periodik dengan Jembatan Keledai | Vibranium pada Tabel Periodik

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Tabel Periodik dengan Jembatan Keledai | Vibranium pada Tabel Periodik

Rilis
Cerita Kara Nugroho, Bangun Bisnis PVRA hingga Ikut London Fashion Scout

Cerita Kara Nugroho, Bangun Bisnis PVRA hingga Ikut London Fashion Scout

Smartpreneur
Mengenal Perbedaan dari Pasar Monopoli dengan Oligopoli

Mengenal Perbedaan dari Pasar Monopoli dengan Oligopoli

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X