Ada 1 BUMN Belum Daftarkan Pegawai dan Keluarganya ke BPJS Kesehatan

Kompas.com - 22/03/2017, 13:00 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku kaget ketika mendapatkan laporan ada satu perusahaan BUMN yang belum sama sekali mendaftarkan pegawai dan keluarganya dalam kepesertaan BPJS Kesehatan.

Meski tidak menyebutkan nama BUMN tersebut, Rini meminta jajarannya untuk segera memerintahkan BUMN tersebut untuk segera mendaftarkan pegawai serta keluarganya ke BPJS Kesehatan.

"Masih banyak BUMN yang belum berpartisipasi di BPJS Kesehatan, bahkan ada 1 BUMN yang belum sama sekali mendaftarkan pegawai dan keluarganya di BPJS Kesehatan, saya mau tau ini siapa BUMN yang belum sama sekali, coba tolong dicari," ujar Rini saat menghadiri Gathering BPJS Kesehatan di Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Menurut Rini, kepesertaan BPJS Kesehatan adalah suatu keharusan, apalagi bagi pegawai dan keluarga BUMN yang sudah seharusnya mengikuti program pemerintah yang telah memiliki payung hukum tersebut.

"Ini suatu program pemerintah yang harus didukung, selain sudah ada payung hukum dan undang-undangnya, maka kita harus taat hukum," jelas Rini.

Hingga saat ini, dari 118 BUMN yang ada, sekitar 50 BUMN dengan persentase 100 persen sudah mendaftarkan pegawai dan keluarganya, 48 BUMN dengan persentase 80 persen sudah mendaftarkan pegawainya, sementara sisanya kurang dari 50 persen yang mendaftarkan pegawai dan keluarganya ke BPJS Kesehatan.

Melihat hal tersebut, Rini berharap seluruh pegawai dan keluarga di lingkungan BUMN seluruhnya telah terdaftar BPJS Kesehatan hingga akhir 2017.

"Tidak ada lagi alasan untuk tidak ikut dalam kepesertaan program BPJS Kesehatan. Sudah tidak ada pilihan, keluarga kita (BUMN) harus menjadi anggota BPJS Kesehatan sebelum akhir 2017," pungkas Rini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.