Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI 5,2 Persen Tahun Ini

Kompas.com - 22/03/2017, 13:20 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.comBank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,2 persen. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 yang mencapai 5 persen.

Prediksi tersebut dinyatakan Bank Dunia dalam laporan Indonesia Economic Quarterly teranyarnya yang diluncurkan hari ini, Rabu (22/3/2017).

Bank Dunia menilai, pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan harga komoditas yang lebih tinggi bakal menggenjot partumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini.

Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Rodrigo Chaves menyatakan, pondasi ekonomi Indonesia tetap kuat. Hal ini tecermin dari tingkat pengangguran dan defisit neraca transaksi berjalan yang masih rendah, serta inflasi yang mencapai rekor terendah.

Selain itu, pertumbuhan pendapatan riil yang baik, kebijakan moneter yang akomodatif, serta harga komoditas yang lebih tinggi membantu meningkatkan konsumsi rumah tangga dan investasi, pun ekspor yang kembali meningkat pada kuartal IV 2016.

“Setelah mencapai pertumbuhan yang kuat pada tahun 2016, proyeksi ekonomi Indonesia untuk tahun 2017 akan positif. Dengan dorongan harga komoditas yang lebih tinggi, Indonesia bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memastikan pertumbuhan jangka panjang yang lebih kuat,” ungkap Chaves di Soehanna Hall, Jakarta.

Di samping itu, Chaves mengungkapkan pula Indonesia akan terus merasakan manfaat dari kelanjutan reformasi struktural. Adapun inflasi pada tahun ini akan naik untuk sementara, dari 3,5 persen menjadi 4,3 persen sebagai dampak kenaikan tarif listrik dan pajak kendaraan.

Defisit transaksi berjalan diprediksi berada pada titik terendah dalam lima tahun terakhir, yakni 1,8 persen dari produk domestik bruto (PDB), tak berubah dari tahun 2016. Hal ini didorong oleh harga komoditas yang membaik.

Sementara itu, defisit anggaran pemerintah diperkirakan naik menjadi 2,6 persen. Bank Dunia memprediksi hal ini disebabkan oleh tingginya belanja investasi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X