Chandra Asri Memulai Studi Kelayakan Pembangunan Kompleks Petrokimia di Cilegon

Kompas.com - 22/03/2017, 22:35 WIB
Ilustrasi pergerakan harga saham shutterstockIlustrasi pergerakan harga saham
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) akan memulai studi kelayakan untuk membangun dan mengoperasikan kompleks petrokimia terintegrasi di Cilegon, Banten, Indonesia.

Seperti dikutip dari keterbukaan informasi, Rabu (22/3/2017), kompleks baru ini akan terdiri dari cracker ethylene berkapasitas 1 juta ton per tahun dan berbagai produk turunannya.

Studi kelayakan ini sejalan dengan strategi TPIA untuk memperluas jejak langkahnya di bidang petrokimia di Indonesia untuk melayani pasar domestik yang bertumbuh dengan populasi mencapai 250 juta jiwa.

Secara struktural, Indonesia mengalami kekurangan produk petrokimia dan sangat bergantung pada impor dari negara lain. Pada tahun 2017, Indonesia diperkirakan akan mengkonsumsi sekitar 3 juta ton Polyethylene/Polypropylene, dengan impor berada di atas 1,7 juta ton.

Sebagai operator tunggal di Indonesia yang mengoperasikan sebuah kompleks petrokimia terintegrasi, TPIA memimpin pangsa pasar domestik hingga 40 persen, dan telah memiliki kerangka operasi integrasi yang kuat dengan basis pelanggan yang dimiliki.

Terkait hal itu, perseroan akan berdiskusi dengan pihak pemerintah yang berwenang terkait insentif fiskal untuk mempercepat proyek tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X