Pemerintah Kaji Moratorium Koperasi Simpan Pinjam untuk Tekan Investasi Bodong

Kompas.com - 24/03/2017, 06:06 WIB
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram, Kamis (23/3/2017) KOMPAS.com/BAMBANG PJSekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram, Kamis (23/3/2017)
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

DENPASAR, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi mengkaji moratorium pendirian Koperasi Simpan Pinjam (KSP).

Salah satu alasannya, KSP sering menjadi praktik investasi bodong. Banyak kasus yang mengatasnamakan koperasi berusaha untuk menarik dana masyarakat, yang akhirnya berujung pada penggelapan dana.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengungkapkan banyaknya kasus bisnis keuangan ilegal itu menjadi pertimbangan untuk melakukan moratorium KSP.

"Namun setelah mendengarkan paparan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan), pelaku dari praktik bisnis keuangan ilegal itu dilakukan oleh oknum dan bukan oleh koperasinya. Sehingga kami masih melakukan kajian mendalam mengenai langkah moratorium pendirian KSP ini," ujar Agus dalam penutupan Rakornas Perkoperasian, Kamis (23/3/2017) malam.

Menurut Agus, hal lain yang juga tengah dijajaki adalah persyaratan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) bagi pengurus Koperasi Simpan Pinjam. Hal ini lantaran para pengurus tersebut yang menjadi pengelola dana masyarakat.

Berbagai rencana tersebut saat ini siap dibahas Kementerian Koperasi dan UKM dengan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan dan Dewan koperasi Indonesia (Dekopin).

Kementerian Koperasi dan UKM mencatat jumlah total koperasi di Indonesia mencapai 152.000, dan dari jumlah itu 76 persen di antaranya adalah KSP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keberadaan KSP masih sangat dibutuhkan masyarakat guna memperoleh pendanaan, di luar institusi keuangan komersial. Namun, jumlah yang terlalu besar membuat peran KSP dinilai kurang signifikan.

Berkualitas

Rencana moratorium KSP merupakan salah satu hasil pembahasan dalam Rakor Bidang Perkoperasian dan UMKM yang digelar di Bali.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DAC Luncurkan Blockchain 5.0 Relictum.io, Ini Manfaatnya Selain untuk Mata Uang Kripto

DAC Luncurkan Blockchain 5.0 Relictum.io, Ini Manfaatnya Selain untuk Mata Uang Kripto

Whats New
Apa Saja Fasilitas yang Ada Shopee Solo Creative & Innovation Hub?

Apa Saja Fasilitas yang Ada Shopee Solo Creative & Innovation Hub?

Whats New
Depresiasi Kecil, BI Klaim Rupiah Termasuk Mata Uang Terbaik di Asia

Depresiasi Kecil, BI Klaim Rupiah Termasuk Mata Uang Terbaik di Asia

Whats New
Survei: 73 Persen Konsumen RI Menilai Belanja Online Lebih Mudah Dibandingkan Belanja di Toko

Survei: 73 Persen Konsumen RI Menilai Belanja Online Lebih Mudah Dibandingkan Belanja di Toko

Whats New
Cara Ganti Faskes BPJS Kesehatan Online dan Offline

Cara Ganti Faskes BPJS Kesehatan Online dan Offline

Work Smart
5 Negara Jadi Tujuan TKI Terbanyak

5 Negara Jadi Tujuan TKI Terbanyak

Whats New
Reksadana Syariah: Pengertian, Jenis, Karakteristik, dan Cara Belinya

Reksadana Syariah: Pengertian, Jenis, Karakteristik, dan Cara Belinya

Earn Smart
Jadi Dirut PLN, Darmawan Prasodjo Tambah Daftar Politisi yang Jadi Pejabat BUMN

Jadi Dirut PLN, Darmawan Prasodjo Tambah Daftar Politisi yang Jadi Pejabat BUMN

Whats New
Penurunan Harga Aset Kripto Dinilai Masih Wajar

Penurunan Harga Aset Kripto Dinilai Masih Wajar

Whats New
Hingga Desember 2021, Anggaran PEN Masih Sisa Rp 231 Triliun

Hingga Desember 2021, Anggaran PEN Masih Sisa Rp 231 Triliun

Whats New
BCA Tawarkan Harga Khusus Perawatan Kanopi Nursing Home Bagi Nasabah Prioritas

BCA Tawarkan Harga Khusus Perawatan Kanopi Nursing Home Bagi Nasabah Prioritas

Whats New
Erick Thohir Minta Darmawan Prasodjo Perbaiki Model Bisnis PLN

Erick Thohir Minta Darmawan Prasodjo Perbaiki Model Bisnis PLN

Whats New
Resmikan Jakarta Fashion Hub, Sandiaga Uno Apresiasi Upaya APR Dukung Sektor Fesyen Indonesia

Resmikan Jakarta Fashion Hub, Sandiaga Uno Apresiasi Upaya APR Dukung Sektor Fesyen Indonesia

BrandzView
Indonesia dan Swiss Teken Perjanjian Pertukaran Profesional Muda

Indonesia dan Swiss Teken Perjanjian Pertukaran Profesional Muda

Rilis
Trading Saham: Pengertian, Cara, dan Bedanya dengan Investasi

Trading Saham: Pengertian, Cara, dan Bedanya dengan Investasi

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.