Ada Isu PHK, Bank Mandiri Stop Kredit Karyawan Freeport

Kompas.com - 26/03/2017, 18:00 WIB
Pemandangan area tambang Grasberg Mine di Kabupaten Mimika, Papua, yang dikelola PT Freeport Indonesia. Lubang menganga sedalam 1 kilometer dan berdiameter sekitar 4 kilometer itu telah dieksploitasi Freeport sejak tahun 1988. Hingga kini, cadangan bijih tambang di Grasberg Mine tersisa sekitar 200 juta ton dan akan benar-benar habis pada 2017. 
KOMPAS/PRASETYO Pemandangan area tambang Grasberg Mine di Kabupaten Mimika, Papua, yang dikelola PT Freeport Indonesia. Lubang menganga sedalam 1 kilometer dan berdiameter sekitar 4 kilometer itu telah dieksploitasi Freeport sejak tahun 1988. Hingga kini, cadangan bijih tambang di Grasberg Mine tersisa sekitar 200 juta ton dan akan benar-benar habis pada 2017.
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri Tbk menghentikan penyaluran kredit baru untuk karyawan PT Freeport Indonesia. Hal ini dilakukan menyusul adanya rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan Freeport.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, penahanan kredit baru ini dinilai hanya bersifat sementara. Menurutnya, Bank Mandiri akan kembali menyalurkan kredit setelah persoalan terkait ketenagakerjaan di perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan itu selesai.

"Untuk kredit yang baru di-hold juga sementara, sampai nanti selesai masalahnya dilanjut lagi boleh. Itu kan hubungan kami dengan para karyawan sebagai individu, tidak ada kaitannya dengan perusahaan (Freeport)," ujar Rohan saat ditemui di Kementerian Tenaga Kerja Jakarta, Jumat (24/3/2017).

Bank berkode emiten saham BMRI ini menyebut keputusan ini diambil lantaran belum adanya kepastian sumber pembayaran gaji karyawan Freeport. 

(Baca: Pekerja Freeport Hanya Diberikan Upah Setara UMR?)

Rohan menuturkan, outstanding penyaluran kredit Bank Mandiri kepada karyawan Freeport diestimasi mencapai Rp 600 miliar antara lain kredit perumahan rakyat (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kredit tanpa agunan (KTA).

Namun, Rohan belum mengetahui secara rinci jumlah nasabah di Freeport. "Saya tidak hafal jumlah nasabah, angkanya sekitar Rp 600 miliar. Kalau rumah itu Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar, jadi sekitar 1.000 sampai 2.000 orang," ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hingga saat ini, menurutnya, kualitas debitur lama masih cukup terjaga. Meski begitu, Rohan menilai tidak menutup kemungkinan adanya risiko kredit bermasalah di masa mendatang.

Kendati demikian, potensi kredit macet atau non performing loan (NPL) dari sektor ini dinilai tidak memberikan banyak pengaruh, dikarenakan jumlah portofolionya relatif lebih kecil jika dibandingkan seluruh penyaluran kredit Bank Mandiri.

"Mungkin belum ada (NPL), ini masih baru. Mungkin bisa saja terjadi, dan ini yang disebut risiko bisnis," katanya.

Halaman:
Baca tentang


Sumber KONTAN
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Arti Finansial?

Apa Arti Finansial?

Whats New
Sri Mulyani Beberkan Alasan Harus Tambah Utang Negara saat Pandemi

Sri Mulyani Beberkan Alasan Harus Tambah Utang Negara saat Pandemi

Whats New
Genap 10 Tahun, Ini Bentuk Apresiasi dan Komitmen Blibli Sambut Hari Jadi

Genap 10 Tahun, Ini Bentuk Apresiasi dan Komitmen Blibli Sambut Hari Jadi

BrandzView
Bank Syariah Disebut Kejam, MUI: Coreng Nama Baik dan Bikin Kepercayaan Jatuh

Bank Syariah Disebut Kejam, MUI: Coreng Nama Baik dan Bikin Kepercayaan Jatuh

Whats New
[POPULER MONEY] Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji | Ancaman Pemutusan Listrik Rumah Lukman Sardi

[POPULER MONEY] Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji | Ancaman Pemutusan Listrik Rumah Lukman Sardi

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Produktif dengan Berkebun Sayur | Pengalaman Menanam Strawberry | Cara Membuat Pupuk Gratis

[KURASI KOMPASIANA] Produktif dengan Berkebun Sayur | Pengalaman Menanam Strawberry | Cara Membuat Pupuk Gratis

Rilis
Kartu Pendaftaran CPNS 2021 Hilang? Ini Cara Cetak Ulangnya

Kartu Pendaftaran CPNS 2021 Hilang? Ini Cara Cetak Ulangnya

Work Smart
Startup Indonesia Panen Suntikan Modal

Startup Indonesia Panen Suntikan Modal

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Resep Pie Susu Teflon | Lupis Ketan Saus Gula Merah | Kue Rempah Ontbijtkoek

[KURASI KOMPASIANA] Resep Pie Susu Teflon | Lupis Ketan Saus Gula Merah | Kue Rempah Ontbijtkoek

Rilis
Targetkan Rp 21,9 Triliun dari IPO, Bukalapak Siap Perang Antar E-Commerce

Targetkan Rp 21,9 Triliun dari IPO, Bukalapak Siap Perang Antar E-Commerce

Whats New
Mengenal Kode OTP dan Bedanya dengan PIN

Mengenal Kode OTP dan Bedanya dengan PIN

Whats New
OJK Akan Panggil Jusuf Hamka soal Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah Swasta

OJK Akan Panggil Jusuf Hamka soal Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah Swasta

Whats New
Pelni Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 85 Persen pada Semester I-2021

Pelni Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 85 Persen pada Semester I-2021

Whats New
Sebelum Tahap SKD, Pelamar CPNS Bisa Ikuti Simulasi CAT BKN

Sebelum Tahap SKD, Pelamar CPNS Bisa Ikuti Simulasi CAT BKN

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Tradisi Medali Angkat Besi Indonesia | Cara Mudah Mendesain Presentasi | Bedah Serial Marvel 'Loki'

[POPULER DI KOMPASIANA] Tradisi Medali Angkat Besi Indonesia | Cara Mudah Mendesain Presentasi | Bedah Serial Marvel "Loki"

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X