PM 32/2016 Dianggap Sudah Akomodir Kepentingan Semua Pihak

Kompas.com - 26/03/2017, 20:50 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (26/3/2017). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (26/3/2017).
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek dianggap sudah mengakomodir kepentingan pihak pendukung transportasi konvensional maupun transportasi "online".

Hal itu dinyatakan oleh Djoko Setiawarno, pengamat transportasi dari Universitas Sugiapranata Semarang melalui keterangannya, Minggu (26/3/2017).

Menurut dia, hal yang termaktub dalam Permenhub Nomor 32 Tahun 2016 sudah sesuai dengan prinsip transportasi.

Hanya saja, masih ada satu ganjalan yakni diizinkannya mobil low cost green car (LCGC) 1000 CC menjadi taksi online, walau kurang nyaman untuk angkutan penumpang. "Terkesan melariskan penjualan otomotif,” ujar dia.

(Baca: Mobil Murah 1.000 cc Boleh Jadi Taksi "Online")

Lebih lanjut dia mengatakan, Permenhub Nomor 32 Tahun 2016 sifatnya tidak memaksa semua pemangku kepentingan di daerah untuk melaksanakannya, tetapi lebih bersifat sebagai pemandu.

Sebelumnya, sejumlah bentrokan antara pengemudi taksi online dengan pengemudi angkutan umum di beberapa wilayah di Indonesia. Berlakunya Permenhub Nomor 32 tahun 2016 dianggap dapat menengahi perseteruan dua kelompok dari dua moda transportasi yang berbeda tersebut.

(Baca: Sopir Angkot dan Ojek "Online" di Kota Bogor Berdamai)

Sebelumnya, salah satu pengemudi angkutan umum M 01 (Senen-Kampung Melayu) bernama Budi yang tergabung dalam Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta mengaku siap menerima keberadaan taksi online.

Namun dengan catatan, pihak taksi online harus memenuhi persyaratan sesuai 11 poin revisi Permenhub Nomor 32 Tahun 2016 tersebut.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X