Sawah di Tiga Kecamatan di Semarang Terendam Banjir, Petani Rugi

Kompas.com - 30/03/2017, 12:00 WIB
 Sebuah talud jalan yang belum selesai dibangun di desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Senin (27/3/2017) siang ambrol. arsip pemdes kalisidi Sebuah talud jalan yang belum selesai dibangun di desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Senin (27/3/2017) siang ambrol.
|
EditorAprillia Ika

AMBARAWA, KOMPAS.com - Ratusan hektar tanaman padi di tiga kecamatan di Kabupaten Semarang kerap digenangi air, selama beberapa bulan ini.

Penyebabnya adalah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda kawasan ini. Tiga kecamatan ini adalah Banyubiru, Ambarawa, dan Kecamatan Tuntang yang selama ini dikenal sebagai areal persawahan yang subur untuk tanaman padi.

Melihat kondisi ini Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Semarang mengimbau agar para petani di daerah tersebut dapat mengikuti program asuransi pertanian.

Dengan asuransi pertanian ini petani dapat meminimalisasi kerugian dampak dari gagal panen. "

Tiga kecamatan itu sawah memang langganan banjir. Apalagi beberapa bulan ini intensitas hujan memang tinggi," ungkap Kepala DPPKP Kabupaten Semarang, Urip Triyogo, Kamis (30/3/2017).

Ia menjelaskan, persyaratan untuk mengikuti asuransi pertanian ini adalah petani harus memiliki luas tanah minimal satu hektar. Saat ini di Kabupaten Semarang sedikitnya sudah sudah 2.000 hektar sawahyang didaftarkan asuransi pertanian tersebut.

Setiap satu hektar sawah, premi yang harus dibayarkan setiap bulannya adalah Rp 35.000. Apabila dalam satu tahun terjadi gagal panen, pihak asuransi akan memberikan ganti rugi sebesar Rp 6 juta untuk satu hektarnya.

"Kita siap membantu mendaftarkannya. Namun memang kesadaran petani masih rendah untuk mengikuti asurans ini, padahal sebenarnya sangat menolong," ungkapnya.

Terkait dengan stok beras Kabupaten Semarang, Urip mengaku tidak khawatir kendati di tiga kecamatan tersebut kerap digenangi banjir. Sawah-sawah di tiga kecamatan itu, dari catatannya yang sudah masuk kategori siap panen hanya 20 persen.

Data juga menunjukkan dalam satu tahun terakhir yaitu 2016, Kabupaten Semarang masih surplus beras hingga mencapai 30.000 ton.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IPO NETV, Karyawan Dapat 2,91 Persen Saham, Apa Manfaatnya?

IPO NETV, Karyawan Dapat 2,91 Persen Saham, Apa Manfaatnya?

Whats New
Anggarkan Capex Rp 247 Miliar, DRMA Bidik Pertumbuhan Double Digit pada 2022

Anggarkan Capex Rp 247 Miliar, DRMA Bidik Pertumbuhan Double Digit pada 2022

Rilis
Janji Pemerintah Jokowi Bangun Ibu Kota Baru: Hindari Utang dan Tidak Bebani APBN

Janji Pemerintah Jokowi Bangun Ibu Kota Baru: Hindari Utang dan Tidak Bebani APBN

Whats New
Bawang Putih dan Cabai Rawit Merah Naik, Berikut Harga Pangan Jakarta Hari Ini

Bawang Putih dan Cabai Rawit Merah Naik, Berikut Harga Pangan Jakarta Hari Ini

Whats New
Smelter Timbal ZINC Mulai Uji Coba Produksi

Smelter Timbal ZINC Mulai Uji Coba Produksi

Rilis
NETV Resmi Melantai di BEI, Bakal Kembangkan Pemanfaatan Metaverse

NETV Resmi Melantai di BEI, Bakal Kembangkan Pemanfaatan Metaverse

Whats New
Bangun IKN Baru Berpotensi Bikin Utang RI Bengkak, Baiknya Ditunda atau Jalan Terus?

Bangun IKN Baru Berpotensi Bikin Utang RI Bengkak, Baiknya Ditunda atau Jalan Terus?

Whats New
Laba Bersih BNI 2021 Naik 3 Kali Lipat Jadi Rp 10,89 Triliun

Laba Bersih BNI 2021 Naik 3 Kali Lipat Jadi Rp 10,89 Triliun

Whats New
Basuki Minta Rp 46 Triliun ke Sri Mulyani untuk Bangun Ibu Kota Baru

Basuki Minta Rp 46 Triliun ke Sri Mulyani untuk Bangun Ibu Kota Baru

Whats New
Afiliator Binary Option Ilegal, Transaksinya Dilarang

Afiliator Binary Option Ilegal, Transaksinya Dilarang

Whats New
Sering Dianggap Mata Uang Islam, dari Mana Asal Dinar dan Dirham?

Sering Dianggap Mata Uang Islam, dari Mana Asal Dinar dan Dirham?

Whats New
Intip Besarnya Tambahan Penghasilan Kepala Dinas di DKI Jakarta

Intip Besarnya Tambahan Penghasilan Kepala Dinas di DKI Jakarta

Whats New
Sudah 7.416 Wajib Pajak Ikut Tax Amnesty Jilid II, Pelaporan Harta Tembus  Rp 6,03 Triliun

Sudah 7.416 Wajib Pajak Ikut Tax Amnesty Jilid II, Pelaporan Harta Tembus Rp 6,03 Triliun

Whats New
Sinar Mas Mining Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Posisi dan Syaratnya

Sinar Mas Mining Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Sebelum Tukar Dollar AS, Cek Kurs Rupiah di BNI, BRI, BCA, CIMB Niaga, dan Bank Mandiri

Sebelum Tukar Dollar AS, Cek Kurs Rupiah di BNI, BRI, BCA, CIMB Niaga, dan Bank Mandiri

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.